Breaking News:

Cek Kesiapan Sekolah, Wabup Sekadau Sebut Proses Belajar Tatap Muka Belum Pasti Dilaksanakan

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius mengadakan pengecekan itu dalam rangka menyambut proses belajar mengajar secara tetap muka. Dimana, Pemerintah Daerah m

TRIBUNPONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Wakil Bupati Sekadau Aloysius saat meninjau kesiapan di SMPN 1 Sekadau Hilir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Wakil Bupati Sekadau, Aloysius beserta PJ Sekda Sekadau, Frans Zeno, Kadisdik Sekadau Losianus, dan Plt Kadinkes Sekadau Henry Alpius, lakukan monitoring ke sekolah-sekolah di dalam kota Kabupaten Sekadau, jelang proses pembelajaran tatap muka pada Januari 2021, Rabu 30 Desember 2020.

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius mengadakan pengecekan itu dalam rangka menyambut proses belajar mengajar secara tetap muka. Dimana, Pemerintah Daerah melihat persiapan-persiapan yang dilakukan di sejumlah sekolah di Kabupaten Sekadau.

"Untuk di SMP Negeri 1 Sekadau protokol kesehatan dan syarat-syarat sudah terpenuhi dengan baik," ujar Aloysius saat ditemui di SMPN 1 Sekadau Hilir.

Wabup Sekadau itu menjelaskan, nantinya akan dievaluasi kembali apakah proses pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan atau tidak sesuai dengan instruksi dari Presiden melalui Kementerian Pendidikan, Gubernur Kalimantan Barat dan Satgas Covid-19.

Baca juga: Polres Sekadau Sosialikan Maklumat Kapolri

Jika nantinya pembelajaran tatap muka kembali ditunda, Aloysius menyebut akan ada beberapa langkah yang akan di ambil Pemkab Sekadau, tergantung situasi dan kondisi yang ada.

Sementara jika proses pembelajaran tatap muka tetap berlangsung maka akan dilaksanakan dengan berbagai kebijakan, diantaranya, satu kelas maksimal diikuti 18 orang siswa setiap kali proses belajar mengajar berlangsung.

Waktu belajar dibagi menjadi dua sesi dan tidak ada jam istirahat, artinya siswa datang ke sekolah langsung memasuki kelas, dan langsung pulang usai pelajaran selesai.

Selain itu Pemkab Sekadau melalui Satgas Covid-19 Sekadau juga akan melakukan swab test bagi siswa.

Nantinya jika hasil swab test menyatakan aman dengan tidak adanya siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka dimungkinkan proses pembelajaran dapat dilaksanakan.

"Kita juga sudah minta Kapala sekolah untuk mengumpulkan orang tua siswa sebelum belajar tatap muka dimulai," kata Aloysius.

Ia pun memastikan akan dilakukan evaluasi hingga tingkat kecamatan, terkait pengambilan keputusan tersebut, karena jika satu sekolah dibuka maka sekolah lain juga akan dibuka.

Terkait dukungan Pemerintah Kabupaten dalam penerapan protokol kesehatan di sekolah, Aloysius mengatakan bantuan diberikan melalui Bos Reguler dan Bos Afirmasi, dimana Pemerintah Kabupaten memberikan anggaran dan pihak sekolah yang melakukan pengadaan fasilitas pendukung penerapan protokol kesehatan. (*)

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved