Khazanah Islam
Tinggal Sehari, Berikut Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Rabu 30 Desember 2020
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah setiap tanggal 13, 14, 15 atau pertengahan bulan penanggalan Hijriyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sesuai jadwal maka pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh menyisakan sehari yakni Rabu 30 Desember 2020 atau tepatnya 15 Jumadi Awal 1442 Hijriyah.
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan pada 13, 14, 15 Jumadil Awal 1442 Hijriyah atau 28, 29, 30 Desember 2020.
Sesuai jadwal maka hari ini sudah masuk pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh.
Namun sebelum kita masuk pada niat puasa Ayyamul Bidh perlu dipahami terlebih dahulu apa itu puasa Ayyamul Bidh.
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah setiap tanggal 13, 14, 15 atau pertengahan bulan penanggalan Hijriyah. Puasa ini hukumnya sunnah.
Memasuki bulan Jumadil Awal 1442 H, umat Islam bisa melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di akhir bulan Desember 2020.
Diketahui, 1 Jumadil Awal 1442 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 16 Desember 2020.
Itu artinya tanggal 13, 14, 15 Jumadil Awal 1442 Hijriyah jatuh pada tanggal 28, 29, 30 Desember 2020.
Baca juga: Bacaan Doa Berbuka Puasa Ayyamul Bidh Senin 28 Desember 2020
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Senin Kamis Arab dan Latin, Apa Keutamaan dan Manfaat Puasa Senin Kamis?
Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu Sauma Ayyami Bidh Sunnatan Lillahi Ta'ala.
“Saya niat puasa pada hari-hari putih , sunnah karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh
* Niat puasa putih boleh dilakukan setelah terbit fajar asalkan belum makan, minum dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya.
Berbeda dengan puasa wajib yang harus melakukan niat sebelum terbit fajar.
* Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah ketika bersama suaminya, terkecuali sudah mendapat izin dari sang suami.
* Lebih dianjurkan ketika tidak bepergian
dijelaskan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2347. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
* Tidak dilaksanakan di tanggal 13 Dzulhijah
13 Dzulhijah merupakan bagian dari hari tasyriq, sehingga tidak dianjurkan untuk melaksanakan puasa putih.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh diartikan sebagai puasa pada 3 hari bulan bersinar terang, sehingga malam tampak putih bercahaya.
Melansir Tribunnews.com dalam kitab 'Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan bahwa sebab dinamai Ayyamul Bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.
Ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam.
Kemudian Allah memberikan wahyu untuk berpuasa selama tiga hari yaitu tanggal 13, 14, 15.
Ketika hari pertama puasa, sepertiga badannya menjadi putih.
Hari kedua, sepertiganya menjadi putih dan hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.
Melakukan puasa putih sama halnya dengan puasa sepanjang tahun.
Ini seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut:
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR Bukhari nomor 1979).
Adapun anjuran untuk melaksanakan puasa putih adalah sebagai berikut:
Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).