Breaking News:

Jawab Kecurigaan Masyarakat, Bupati Jarot Minta Inspektorat Audit Jembatan Ketungau II

Setelah jembatan selesai dibangun, Jarot meminta inspektorat untuk melakukan audit pada pelaksanaan pembangunan tersebut.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sejumlah warga menyebrangi sungai menggunakan perahu motor melintasi jembatan ketungau II. Pemkab Sintang memastikan, pembanguna jembatan tersebut terus dilanjutkan hingga selesai.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno memastikan akan melanjutkan pembangunan Jembatan Ketungau II yang ada di Nanga Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang.

Menurut Jarot, pembangunan jembatan di jalur perbatasan tersebut sempat terhenti, akibat dampak dari Covid-19. "Jembatan ketungau 2 itu kan kita lanjutkan pembangunannya," jelas Jarot.

Menurut Jarot, dana pembangunan jembatan tersebut murni dari APBD Kabupaten Sintang.

Pembangunan sempat tertunda, karena dananya teralihkan untuk penanganan Covid-19.

Baca juga: Peringatan Hari Jadi IMKJ ke-3, Panitia Gelar Malam Keakraban 

Terhentinya pembangunan jembatan tersebut membuat spekulasi berkembang di masyarakat yang menuding jembatan terbengkalai, miring dan lain sebagainya.

"Sebelum tutup anggaran berhasil dicairkan, satu untuk menyelesaikan yang diprotes orang katanya miring, ke atas lah itu diberesin, kedua buat tulangan alas jembatan. Mereka sudah mulai kerja, ada kendala ponton distribusi batu untuk perbaikan itu tadi. Saya berharap, awal tahun ini sudah selesai semuanya, sehingga bisa kita tingkatkan untuk melanjutkan lantai jembatannya. Baru kita lanjutkan terkahir timbunan sebelah kiri dan kanan jalan," beber Jarot.

Jarot menegaskan, pembangunan jembatan jangan sampai terhenti.

Apalagi, diakhir tahun ini, anggaran tahap lanjutan pembangunan sudah dicairkan.

"Intinya jembatan ketungau 2 tidak boleh berhenti. Sampai saya dan Pak Askiman selesai periodenya pada 17 februari nanti berakhir, paling tidak tulangan alas jembatan sudah jadi, tinggal selanjutnya kita lantai dan kita manfaatkan," katanya.

Untuk menjawab kecurigaan yang berkembang di masyarakat, setelah jembatan selesai dibangun, Jarot meminta inspektorat untuk melakukan audit pada pelaksanaan pembangunan tersebut.

Baca juga: Apa Alasan Polisi Tetapkan Gisel Sebagai Tersangka Video Syur 19 Detik?

Jarot juga meminta fakuktas teknik Untan untuk mengaudit teknis jembatannya.

"Yang pasti, ketika kegiatan ini selesai, saya minta dari inspektorat melakukan audit, pada pelaksanan kegiatn ini. Daripada timbul kecurigaan ini itu, audit, kedua saya minta fakultas teknik untan untuk mengaudit teknis, karena jembatan ini, selain nanti dipergunakan oleh masryakat umum, nanti akan ada konsentrasi angkutan CPO. PKS bawa CPO ke badau lewat jembatan itu. Sehinga kita harus jamin, secara teknis jembatan itu memadai," jelasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved