Breaking News:

Tegas Wajib PCR Negatif Masuk Kalbar, Gubernur Sutarmidji Antisipasi Pemalsuan Surat Perjalanan 

Keputusan ini dikatakannya tidak semata-mata diambil karena terburu-buru atau tanpa alasan.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
Tribun Pontianak / Anggita Putri
Gubernur Sutarmidji saat memberi sambutan pada rapat evaluasi penangan Covid-19 yang berlangsung di Aula Kodam XII Tanjungpura, Selasa 24 November 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menegaskan bahwa masuk Kalbar tetap menggunakan swab PCR Negatif sampai 8 Januari 2021. 

Ia mengatakan awalnya Kalbar sudah mematuhi untuk menggunakan rapid antigen untuk syarat masuk Kalbar. 

“Lalu kita adakan kontrol dengan mengambil sampel dibeberapa Maskapai penerbangan seperti Lion Air kita ambil tidak ada yang positif artinya bagus begitu juga Nam Air dan Garuda,” ujarnya kepada Awak Media, Senin 28 Desember 2020.

Namun setelah dilakukan pengambilan sampel pada Maskapai Batik Air ditemukan 5 penumpang yang positif. 

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Satu Unit Rumah di Darit

Ia menegaskan terhadap 5 penumpang yang positif COVID-19 ada indikasi surat keterangannya palsu , karena dengan CT 28 tidak mungkin lolos rapid antigen.

Dengan viral load diatas 600 tidak mungkin lolos antigen.

Terhadap kondisi ini, dikatakannya sangat potensi untuk menjangkiti orang lain.

Maka harus dipahami dan ini tidak mungkin lolos ketika dilakukan rapid antigen.

“Saya paham bukan wewenang saya sebagai Gubernur Kalbar untuk melarang terbang, tapi ingat kita hanya melarang membawa penumpang ke Pontianak. Kalau mau bawa penumpang dari Pontianak ke luar silahkan sesuaikan tempat tujuannya,” tegasnya.

Gubernur Sutarmidji mengatakan dirinya juga tidak mungkin menyulitkan daerah lain misalnya daerah itu menggunakan kebijakan wajib rapid antigen.

Baca juga: Libur Tahun Baru 2021, Kawasan Wisata Kayong Utara Tetap Buka

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved