Breaking News:

Mutasi Virus Corona D614G Masuk Kalbar Sejak Agustus 2020, Dampak Penyebaran Virus Lebih Cepat

Ia mengatakan terkait D614G sebenarnya selama ini yang dibicarakan di Nasional ternyata sudah masuk ke Kalbar pada bulan Agustus 2020. 

TRIBUN PONTIANAK/ ANGGITA PUTRI
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harrison 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengungkapkan bahwa mutasi Cirus Corona D614G pada virus SARS-CoV-2 telah masuk ke Kalbar sejak Agustus 2020 yang sudah dibuktikan dengan ditemukannya hasil satu sampel berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Genetika Science Indonesia di Jakarta. 

Harisson mengatakan bahwa Laboratorium Untan telah mengirim 11 sampel ke Laboratorium Genetika Science Indonesia di Jakarta.

Sampel yang dikirim adalah sampel dari Agustus sampai November yang mempunyai viral load tinggi. 

Saat ini dari 11 sampel yang telah dikirim telah  dikembalikan lagi ke UNTAN dengan hasil salah satu sampelnya sudah dilakukan analisis ternyata adalah virus D614G yang merupakan mutasi D614G pada virus SARS-CoV-2. 

Baca juga: Tegas Wajib PCR Negatif Masuk Kalbar, Gubernur Sutarmidji Antisipasi Pemalsuan Surat Perjalanan 

Adapun sampel yang dikirim ke Jakarta untuk diperiksa diambil acak terhadap kasus positif COVID-19 yang mempunyai viral load tinggi mulai dari jutaan hingga miliaran.

Ia mengatakan terkait D614G sebenarnya selama ini yang dibicarakan di Nasional ternyata sudah masuk ke Kalbar pada bulan Agustus 2020. 

“Sehingga kalau di analisis dengan adanya virus D614G kasus kita langsung melonjak. Virus ditemukan berasal dari orang yang baru datang dari Jakarta dan ada kunjungan pernikahan di Pontianak dan sempat berkumpul dengan keluarganya bahkan sempat ada satu meninggal karena virus ini,” jelas Harisson. 

Ia menjelas Virus D614G sebenarnya sama seperti virus lain, tetapi lebih mudah menempel pada yang menyebabkan mudah menularkan pada orang lain.

“Memang virus  ini tidak lebih ganas, tapi karena dia lebih mudah menular maka pada kasus yang ada komorbid akan mudah tertular yang kemudian bisa menyebabkan kasus yabg dirawat di Rumah Sakit meningkat dan yang mempunyai komorbid banyak meninggal,” jelasnya.

Ia mengatakan saat tidak bisa memetakan satu-satu dari kasus konfirmasi mana yang telah bermutasi.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved