Cegah Abrasi Pantai, Pemuda Kecamatan Paloh Tanam Mangrove
Aldhera Panchega mengatakan menanam mangrove menjadi pengalaman menyenangkan bagi para anak muda Paloh.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sebagai bentuk kepedulian dalam pelestarian lingkungan, banyak cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalan melalui penanaman mangrove oleh pusat Kecamatan Paloh, Minggu 27 Desember 2020.
Koordinator kegiatan penanaman mangrove, Aldhera Panchega mengatakan menanam mangrove menjadi pengalaman menyenangkan bagi para anak muda Paloh.
Hal ini karena mereka bisa berkontribusi nyata, dengan melaksanakan kegiatan positif yang berorientasi pada pemberdayaan lingkungan.
Baca juga: Dandim Setyo Budiono: Natal di Sambas Berjalan Dengan Khidmat
"Penanaman pohon mangrove adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi potensi abrasi pada daerah pesisir pantai," ujarnya.
"Dengan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya hutan mangrove maka akan semakin tinggi tingkat pelestarian alam yang bisa dilakukan," sambungnya.
Aldhera menjelaskan, penanam mangrove ini menjadi salah satu langkah kecil sebagai upaya pencegahan abrasi pantai di Dusun Matang Putus, Desa Matang Danau.
Kata dia, abrasi di pesisir pantai Desa Matang Danau mulai mendekat dengan badan jalan utama penghubung Kecamatan Paloh, Tangaran, dan kecamatan Teluk Keramat.
Oleh karenanya, kata dia sangat di perlukan langkah langkah pencegahan yang harus di segerakan salah satunya lewat penanaman mangrove.
"Kegiatan penanaman mangrove ini di support langsung oleh Pokdarwis Kalilaek Desa Sebubus yang memberikan bibit mangrove secara gratis dan di realisasikan oleh Karang Taruna Kecamatan Paloh bekerjasama dengan Karang Taruna Lancang Kuning Desa Matang Danau dan Osis SMKN 1 Paloh," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/jkllk.jpg)