Gelar Pertemuan, Aisyiyah Kota Singkawang Bentuk Forum Eliminasi TBC
Ketua PD Aisyiyah Kota Singkawang, Henry Tri Purwati mengatakan, pada forum ini, seluruh pihak akan membagikan pengalamannya, menyampaikan permasalaha
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - PD Aisyiyah Kota Singkawang menggelar pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan penanggulangan TBC seperti Organisasi Masyarakat, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, pihak Puskesmas, Perguruan tinggi (jurusan keperawatan Poltekkes), serta Kader dan Komunitas TBC untuk membangun kesepakatan bersama membangun sebuah forum komunikasi pemangku kepentingan untuk Eliminasi TBC di Kota Singkawang di aula Hotel Swiss Belinn pada Selasa 22 Desember 2020 kemarin.
Ketua PD Aisyiyah Kota Singkawang, Henry Tri Purwati mengatakan, pada forum ini, seluruh pihak akan membagikan pengalamannya, menyampaikan permasalahan dan tantangan di lapangan, menyepakati solusi serta membagi peran masing-masing pihak dengan tujuan untuk menanggulangi TBC.
“Untuk dapat menjamin komitmen dari forum ini, maka diperlukan Pokja TB yang akan menjadi tim inti dan terdiri dari perwakilan komunitas, pemerintah, dan organisasi mantan pasien,” papar Henry Tri kepada awak media, Jumat 25 Desember 2020.
Dengan forum ini, dia katakan, sejumlah pihak yang tergabung akan melakukan monitoring dan evaluasi bersama terkait peran serta upaya yang perlu ditingkatkan untuk mengeliminasi TBC, yang mana berujung untuk meningkatkan ke-aktifan dari seluruh kader TBC di Kota Singkawang sehingga penanganan TBC lebih maksimal.
Baca juga: Aisyiyah Kota Singkawang Latih 130 Kader TBC, Berikan Penyuluhan dan Pendampingan
“Sudah kami bahas waktu pertemuan itu, kami sepakat bahwa forum ini akan di SK-kan ke Wali Kota Singkawang,” katanya.
Dia jelaskan, dari sisi program dan kegiatan di PR TB Aisyiyah, beberapa kegiatan utama akan ditransferkan atau dialih kelolakan kepada organisasi Aisyiyah dan kepada Dinas Kesehatan atau implementasi baru yang dalam teknik pengelolaannya .
"Beberapa area intervensi program utama yang akan ditransfer meliputi program penemuan kasus dan pendampingan pasien TB sensitif obat, pendampingan pasien TB, pemeliharaan kader-kader yang selama ini sudah terlatih, dan program lainnya," tukasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pertemuan-pemangku-kepentingan-penanganan-tbc.jpg)