Momen Hari Ibu, Gubernur Sutarmidji Sebut Pengorbanan Ibu Kepada Anaknya Selalu Iklas Tanpa Pamrih

Ia mengatakan bahwa pengorbanan seorang ibu tidak ada parameter atau alat untuk mengukur berapa besar pengorbanan seorang ibu yang diberikan kepada an

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Sutarmidji memberikan suapan nasi tumpeng kepada Sang Istri yakni Lismaryani Sutarmidji di Ruang DAR Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 23 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Atas nama Pemerintah Provinsi Kalbar beserta jajaran, Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengucapkan selamat hari ibu ke-92 tahun yang jatuh pada 22 Desember 2020.

“Kita sebagai anak dan suami dari istri kita yang sudah melahirkan anak kita agar terus mengintrospeksi dan evaluasi apa yang sudah kita berikan sebagai suami dan anak kepada istri dan ibu kita, ujarnya, Rabu 23 Desember 2020.

Ia mengatakan bahwa pengorbanan seorang ibu tidak ada parameter atau alat untuk mengukur berapa besar pengorbanan seorang ibu yang diberikan kepada anaknya.

“Seorang ibu memberikan apapun untuk kesuksesan anaknya dan kebaikan anaknya dari lubuk hati yang paling dalam. Tidak ada pemberian itu dihitung untuk mendapatkan pamrih apapun,” tegasnya.

Ia mengatakan kebahagiaan ibu ketika anaknya bisa sukses dan ketika seorang anak suskes ibu tidak akan berkata itu karena aku. Kata-kata itu hanya mungkin sering terdengar pada sinetron saja, namun pada kehidupan yang nyata tidak akan ditemukan.

“Seorang ibu yang sukses mengantarkan anaknya tidak bergantung pada gelar yang dia sandang dan predikat dari sisi ekonomi yang dia miliki. Seorang ibu yang bahkan tidak menemupuh pendidikan, tapi sukses mengantar anaknya ke jenjang karir lebih baik,”ujarnya.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Posting Foto bersama Ibunda Tercinta dan Beri Ucapan Menyentuh Saat Hari Ibu

Hal yang terpenting adalah doa seorang ibu yang merupakan pemberian yang sangat iklas. Itulah kunci untuk mengantar anaknya berhasil dan sukses.

“Atas nama Pemprov Kalbar saya mengucapkan selamat hari ibu yang hari ini kita peringati pada tanggal 23 Desember 2020, satu hari setelah perayaan nasional,” ujarnya.

Ia mengajak untuk merenung bersama bagaimana peran seorang ibu dalam membimbing anaknya menapak karir.

Ketika seorang anak berhasil bukan ibu yang bertepuk dada untuk mengatakan dia telah sukses mengantar anaknya. Tapi selalu ia simpan dalam hatinya.

“Tapi kepuasan seorang anak ketika bisa membuat ibunya tersenyum. Jangan bangga atas kesukseskan kita sendiri secara pribadi tanpa memandang peran ibu yang sudah membentuk karakter dan memberikan keiklaskan tanpa membandingkan pemberian Seorang ibu pada anaknya,” jelasnya.

Pemberian dari seorang ibu itulah yang ikhlas tidak pernah seorang ibu membangkit atau menilai air susunya yang telah ia berikan kepada anaknya.

“Mungkin juga ada ibu yang sangat menderita untuk mensukseskan anaknya jangan sekali-sekali sebagai anak kita lupa jasa seorang ibu,” ucapnya.

Predikat seorang ibu tidak dipandang dari tinggi rendahnya serta banyak sedikitnya gelar yang disandang atau jumlah materi yang dipunya.

“Mari kita renungkan apa yang sudah kita buat untuk ibu kita, kalau kita belum mampu membahagiakannya atau belum bisa membuat ibu kita bahagia lakukan evaluasi, introspeksi apa yang harus kita lakukan untuk membagiakan ibu kita,”pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved