Terjadi Penurunan 35 Persen Stok Darah, UTD PMI Pontianak Gelar Donor Darah Massal

Digelarnya donor darah massal ini merupakan salah satu upaya untuk pemenuhan kebutuhan darah.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ROKIB
Pelaksanaan donor darah di halaman Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Sabtu 19 Desember 2020. Oki 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam rangka memperingati hari Sukarelawan Sosial Nasional dan Hari Ibu, Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak menggelar donor darah sukurela secara massal di kantor PMI Pontianak Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Sabtu 19 Desember 2020.

Ketua UTD PMI Kota Pontianak Sidig Handanu mengatakan, selain memperingati hari Sukarelawan Sosial Nasional dan Hari Ibu, donor darah sukurela yang digelar secara massal ini juga dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat Kota Pontianak dan Kalbar.

"Kegiatan yang bersifat umum menggandeng semua organisasi, instansi, TNI-Polri dan pemerintah dan semua Komunitas dan semua masyarakat berlangsung selama satu hari," ujarnya.

Handanu menerangkan meski donor darah selalu dilaksanakan setiap harinya, baik di UTD PMI maupun melalui mobil unit, namun ditengah pandemi covid-19 ini stok darah di Kota Pontianak mengalami penurunan.

Baca juga: Dua Anggota Polisi Jadi Korban Aksi Massa 1812, Satu Anggota Mendapat Pukulan Dibagian Kepala

Untuk itu, digelarnya donor darah massal ini merupakan salah satu upaya untuk pemenuhan kebutuhan darah.

"90 persen membutuhkan darah setiap harinya, dan dibutuhkan darah segar untuk penyakit tertentu. Kalau dalam satu tahun 30 ribu hingga 35 ribu kantong dan sekitar dua ribuan kantong per bulan," ungkap Handanu.

"Tahun 2020 masa pandemi covid-19 stok darah mengalami penurunan 25 persen bahkan 35 persen berdampak pada penyediaan donor darah. Maka dengan itu kita terus melakukan Donor darah pengganti melalui komunitas ataupun melalui kegiatan seperti ini kita mendapatkan dukungan dari swasta dan Komunitas," tambahnya.

Handanu menjelaskan penyebab dari berkurangnya stok darah lantaran terbatasnya aktivitas yang dilaksanakan di tengah pandemi covid-19.

Adanya pembatasan aktivitas masyarakat hingga sebagian masyarakat juga trauma. Padahal jelas Handanu, jika donor darah dilakukan minimal 70 hari sekali, tentu stok darah akan mencukupi.

Untuk itu, Ia mengajak kepada masyarakat agar bisa rutin melaksanakan donor darah, sebagaimana darah tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang lainnya.

"Kota Pontianak produksi darahnya bukan hanya untuk masyarakat Pontianak, namun juga untuk di Kalbar di 20 rumah sakit di Pontianak dan sekitarnya. Sehingga darah yang diproduksi dipakai oleh masyarakat Kalbar. Ini menjadi tantangan kita untuk donor darah. Kita juga kerja sama dengan PMI yang lain mempawah Singkawang Sanggau, Pontianak yang sudah menjadi UTD PMI," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved