Ucapkan Terimakasih ke Pendukungnya, Junaidi-Sahrani Siap Kawal Pemerintahan Kepala Daerah Terpilih

Soal hasil perolehan suara yang sudah ditetapkan KPU, Junaidi mengaku jika dirinya bersama seluruh tim menerima dengan lapang dada.

TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Calon Bupati dari Paslon nomor urut 2, Junaidi bersama Ketua Tim Pemenangannya, Uti Rushan saat menggelar konferensi pers, Kamis 17 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Calon Bupati Pilkada Ketapang dari nomor urut 2, Junaidi, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang yang sudah mengikuti proses di Pilkada Ketapang tahun 2020.

"Terkhusus pada pemilih paslon nomor dua, 74 ribu suara, saya juga menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa memberikan yang terbaik sesuai harapan," kata Junaidi, Kamis 17 Desember 2020.

Soal hasil perolehan suara yang sudah ditetapkan KPU, Junaidi mengaku jika dirinya bersama seluruh tim menerima dengan lapang dada.

Ia menilai itulah hasil dari proses demokrasi. Karenya jangan ada lagi saling ejek antar sesama pendukung.

"Pemenang dalam Pilkada Ketapang adalah Bupati dan Wakil Bupati kita semua. Inilah hasil proses demokrasi 9 Desember lalu. Tapi jangan lupa, kita semua punya kewajiban yang sama untuk memberikan yang terbaik bagi Ketapang," tambahnya.

Baca juga: Tim Pemenangan Junaidi-Sahrani Terima Hasil Pilkada Ketapang

Terhadap pemenang Pilkada Ketapang paslon nomor 4, Mantan Wakil Ketua DPRD Ketapang ini berharap agar dapat berbuat yang terbaik untuk masyarakat dan memberikan perubahan di Ketapang.

"Kami berpesan kepada pemenang agar berbuat yang terbaik, melanjutkan apa yang ingin dibangun sesuai keinginan masyarakat. Baik itu pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lain-lain," harapnya.

Sebagai bentuk komitmen, ia mengaku kalau pihaknya dari Paslon nomor urut dua, partai koalisi dan relawan akan tetap mengawal pembangunan dan pemerintahan sampai berakhirnya periode pemerintahan.

"Kalaupun diminta saran dan pendapat, kita siap. Kita membuka komunikasi kepada siapapun, apalagi jika memang pemerintah membutuhkan tenaga dan pikiran kita. Kita tidak merasa dendam dan sakit hati, tujuan kita sama adalah untuk perubahan," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved