Breaking News:

Menang Pilkada Diminta Menahan Diri, Kalah Pilkada Diharap Berjiwa Besar

Oleh karena itu, semua pihak yang terkait dan ikut dalam kontestasi politik harus bertanggung jawab untuk tetap menjaga situasi dan kondisi agar tetap

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
IST
Pengamat Politik Untan, Dr. Jumadi, Ph.D 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik FISIP Untan, Dr. Jumadi, M.Si berharap para peraih suara tertinggi pada hasil pilkada 2020 khususnya di Kalbar dapat menahan diri.

Begitu juga untuk yang kalah, akademisi Untan ini berharap agar dapat berjiwa besar.

Berikut penuturannya.

Semua harus diserahkan kepada KPU, karena real countnyakan siapa yang menang dari hasil proses pilkada hitungan KPU jadi pegangan.

Oleh karena itu, semua pihak yang terkait dan ikut dalam kontestasi politik harus bertanggung jawab untuk tetap menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif dan stabil.

Kita berikan apresiasi penyelenggaraan pilkada di Kalbar termasuk aman, tidak ada hal yang mengkhawatirkan.

Yang menang tentu harus bisa menahan diri dengan kemenangannya, yang kalah harus berjiwa besar.

Baca juga: Kesuksesan Partisipasi Pemilih di Pilkada Berkat Kerjasama Semua Pihak

Oleh karena itu jika ada hal-hal katakanlah dengan hasil pilkada tentu ada mekanismenya, yakni ke Mahkamah Konstitusi (MK), itupun ada ketentuannya.

Saya pikir mekanisme penyelesaian ketika tidak puas sudah tersedia di MK, tentu lebih bijak.

Ini semua kan mekanisme demokrasi, pasti ada kalah dan ada yang menang, oleh karena itu sejak awal semua paslon sudah berkomitmen siap menang dan siap kalah.

Mengenai sejumlah petahana yang tumbang di pilkada Kalbar menurut saya hal yang biasa saja, inikan sebuah kontestasi politik, walaupun secara politis inkamben lebih punya kans, karena beberapa faktor.

Namun, kan situasi politik berubah, koalisi dukungan politik lima tahun lalu tentu berbeda dengan sekarang, perilaku pemilih kita juga cenderung berubah, terlebih dimasa pandemi covid 19.

Selain itu juga tentu pengaruh penilaian paslon pendatang baru maupun inkamben oleh pemilih. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved