Breaking News:

Dinas PMD Kalbar Berikan Apresiasi untuk Desa Mandiri Terbaik di Kalbar

Adapun Desa Mandiri yang menerima apresiasi dan penghargaan yakni Tiga Desa Mandiri yang mempunyai kualifikasi terbaik di Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita
Foto bersama Gubernur Sutarmidji usai memberikan Apresiasi bagi Desa yang ditetapkan dengan Status Desa Mandiri Tahun di 2018 dan 2019 di Hotel Aston Pontianak, Kamis 17 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalbar memberikan Apresiasi bagi Desa yang ditetapkan dengan Status Desa Mandiri Tahun di 2018 dan 2019 di Hotel Aston Pontianak, Kamis 17 Desember 2020.

Adapun Desa Mandiri yang menerima apresiasi dan penghargaan yakni Tiga Desa Mandiri yang mempunyai kualifikasi terbaik di Kalbar

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Kalbar bersama Pangdam XII Tanjungpura  untuk  Desa Jongkong Pasar Kecamatan Jongkong Kapuas Hulu, Desa Sutera Kecamatan Sukadana Kayong Utara, dan Desa Sungai Anak Kabupaten Sintang, serta Tenaga Ahli Madya P3MD Provinsi Kalbar. 

Baca juga: Tiga Desa Mandiri Raih Penghargaan Terbaik, Gubernur Sutarmidji Komitmen Tingkatkan Desa Mandiri

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalbar, Ahmad Salafuddin mengatakan Penghargaan diberikan atas usaha dari desa yang telah meningkatkan status menjadi desa mandiri. 

Pada 2018 Kalbar hanya memiliki 1 Desa Mandiri. Lalu pada tahun 2019 meningkat drastis menjadi 87 desa mandiri dan di tahun 2020 menjadi 214 Desa Mandiri di Kalbar.

“Pada Tahun 2020 Kalbar sudah punya 241 Desa Mandiri. Kemudian ada tiga desa yang menonjol yang memiliki kualifikasi terbaik dan layak mendapatkan penghargaan,” ujarnya.

Ia mengatakan adapun desa mandiri yang mendapatkan apresiasi seperti Desa Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu yang mampun merubah status dari desa sangat tertinggal bisa menjadi desa mandiri.

“Hal itu luar biasa sekali aksalarinya. Kemudian Desa Sungai Ana tertinggi nilai IDM nya. Nilai IDM ada tiga komponennya yakni ketahanan sosial , ekonomi maupun lingkungan. Selain itu Desa Sutera Kayong Utara yang pertama kali di Kalbar menjadi desa mandiri,” jelasnya.

Ia mengatakan kedepan akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap apa yang telah disampaikan Gubernur Kalbar.

 “Intinya untuk  pemberdayaan dan pembangunan harus lebih ditingkatkan supaya pemulihan ekonomi di desa bisa dilakukan secara cepat,” ujarnya. 

Ia mengatakan adanya pandemi COVID-19 membuat perekonomian stagnan sampai ketingkat yang paling rendah. Dengan adanya sentuhan sumber Pendapatan Asli Desa dapat diolah oleh pihak desa untuk meningkatkan perkonomian masyarakat di desa. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved