Tingkat Partisipasi Pemilih Untuk Legitimasi Hasil Pilkada

Bukan hanya soal penyelenggara pilkada yang kurang maksimal, akan tetapi juga berbicara peserta pilkada dan kondisi sosial yang berlangsung.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Kajian Pemilu dan Demokrasi Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Maryadi Sirat 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penggiat Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Maryadi Sirat menilai jika belum terpenuhinya target partisipasi pemilih pada pilkada di Kalbar memang karena dipengaruhi sejumlah hal.

"Bukan hanya soal penyelenggara pilkada yang kurang maksimal, akan tetapi juga berbicara peserta pilkada dan kondisi sosial yang berlangsung. Seperti pandemi covid 19 yang sampai saat ini masih berlangsung dan tidak bisa di prediksi kapan akan berakhir," kata dia, Selasa 15 Desember 2020.

Walaupun memang, kata dia, tingkat partisipasi yang tinggi penting bagi proses pelaksanaan pilkada.

Hal ini mengingat bahwa partisipasi yang tinggi merupakan wujud bahwa pemimpin daerah yang terpilih benar-benar berasal dari mayoritas suara rakyat di daerah. 

Baca juga: Partisipasi Masyarakat Tinggi, Bawaslu Provinsi Kalbar Lakukan Monitoring ke Bawaslu Sekadau

"Tingginya tingkat partisipasi pemilih juga merupakan legitimasi yang kuat, bahwa pemimpin daerah yang terpilih dipilih oleh mayoritas suara rakyat di daerah sehingga bisa di jadikan dasar dalam menjalan pemerintahan daerah nantinya," terangnya.

Namun jika memang suatu daerah tidak bisa mencapai target nasional 77,5 persen tingkat partisipasi pemilihnya, Yadi menilai perlu ada sebuah evaluasi kedepan, apa yang menjadi tantang penyelenggara dalam meningkatkan partisipasi. 

Karena jika melihat target 77,5 persen, target tersebut lebih kecil di bandingkan dengan partisipasi pemilih terakhir digelar KPU pada pemilu 2019 partisipasi pemilih saat itu mencapai 81 persen.

"Memang kalau kita lihat pilkada ditengah pandemi ini sangat kompleks, akan tetapi untuk memaksimalkan partisipasi adalah sebuah hal penting menurut saya," ujarnya

"Harapannya ini bisa menjadi evaluasi kedepan sebagai sebuah perbaikan dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu atau pilkada mendatang," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved