Peran Perempuan Sangat Penting Dalam Mengelola Keuangan Keluarga Ditengah Pandemi Covid-19
Anggota IWAPI sebagian besar adalah para pengusaha kecil dengan persentase mencapai 85 persen.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Senin 14 Desember 2020, Tribun Pontianak bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Focus Group Discussion.
Diskusi kali ini mengusung tema Peran Perempuan dalam Penanganan Covid-19 FGD ini menghadirkan Direktur Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Borneo, Reny Hidjazie dan Ketua Umum DPD Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) Kalbar, Oktavia yang dimoderatori oleh editor Tribun Pontianak Nina Soraya.
Ketua Umum DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kalimantan Barat, Oktavia, mengatakan peran IWAPI di tengah pandemi bagi pengusaha wanita, selalu berupaya mengembangkan kemampuan dan membendayakan para anggotanya.
Satu di antara pemberdayaan dilakukan melalui peningkatan kemampuan anggota dalam mengelola usaha, meningkatkan kemampuan anggota dalam mengelola usaha, serta mendapatkan akses teknologi baru pemasaran dan pembiayaan.
Baca juga: Masih Suasana Pandemi, Begini Cara Panitia Christmas Day Meriahkan Natal di Kota Singkawang
Anggota IWAPI sebagian besar adalah para pengusaha kecil dengan persentase mencapai 85 persen.
"Langkah strategis yang dilakukan adalah memberdayakan dan memperkuat anggotanya dalam mengelola usaha, memberikan pelatihan, keterampilan teknis, manajemen sumber daya manusia, dan networking. Khusus UMKM IWAPI memberikan pelatihan manajemen keuangan karena UMKM biasanya dikelola secara rumahan, artinyanya belum secara profesional dikelola," ujar Oktavia.
Pemberdayaan perempuan untuk keluarga yang dapat hidup mandiri secara ekonomi merupakan target IWAPI jangka panjang.
Melalui gerakan ini diharapkan para wanita tergerak untuk bisa mendiri secara ekonomi dengan menjadi women preneur atau pengusaha wanita.
Ia memaparkan, menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), sekitar 99 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Artinya perempuan pengusaha saat ini memegang peranan penting dalam menopang perekonomian Indonesia.
Saat ini akses keuangan bagi wirausaha perempuan telah berkembang bahkan tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) wirausaha perempuan terpantau cukup rendah. Fakta ini, kata Okta, menunjukkan betapa lihainya perempuan mengelola keuangan sembari mengembangkan usahanya. NPL paling tinggi 3 persen namun tunggakan untuk wirausaha perempuan bahkan 0 persen.
Hal ini menunjukkan perempuan pengusaha merupakan pengembali kredit yang baik dan bisa dipercaya.
Baca juga: FGD Peran Perempuan dalam Penanganan Covid-19
Situasi saat ini membuat manajemen finansial menjadi salah satu posisi yang ikut berdiri di garda terdepan peperangan melawan dampak finansial di masa pandemi.
"Dimana dalam situasi ini perempuan berperan sebagai cashflow keluarga agar bisa memenuhi kebutuhan selama di rumah," ungkapnya.
Okta mengatakan bukan tidak mungkin pandemi ini sedikit banyak mengurangi pendapatan rumah tangga. Peran ibu dalam mengatur keuangan keluarga yang diperlukan kegiatan work from home maupun school from home juga akan membutuhkan pasokan makanan yang lebih banyak di rumah.
Ia mengatakan dampak dari pandemi saat ini juga dirasakan dalam keluarga baik bagi psikologis orangtua maupun anak.
Pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah memaksa seluruh anggota keluarga menghabiskan waktu di rumah saja.
“Kegiatan yang sebelumnya selalu dilakukan diluar terpaksa dilakukan di rumah. Alhasil momen seperti ini membuat peran wanita lebih dibutuhkan. Perempuan masa kini, kata Okta, memainkan banyak peran dalam keluarga anak-anak tidak bosan berdiam diri di rumah,” katanya.
Direktur Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Borneo, Reny Hidjazie, mengatakan berbagai program dilakukan PPSW Borneo. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan perempuan sehat, kuat, dan berdaya.
Dengan misi salah satunya meningkatkan taraf hidup dan kapasitas perempuan, PPSW Borneo melakukan berbagai program seperti pengorganisasian masyarakat.
Kegiatan utama ini mengorganisir kelompok perempuan di level desa, kelurahan, dan juga kelompok besar.
"Untuk Kalbar, mereka berkumpul di dalam serikat besar perempuan basis seperti Serikat Perempuan Basis Khatulistiwa (SPBK) dan secara nasional PPSW mempunyai Federasi Serikat Basis yang tersebar di Aceh, Riau, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Saat ini melebarkan sayap ke NTT, NTB," ujarnya.
Setiap kegiatan yang dilakukan kata Reny harus memproses peningkatan kapasitas semua orang baik yang ada didalam program maupun yang ada dalam proses pendampingan.
PPSW terlebih dahulu melakukan penelitian sebelum mulai bergerak, seperti penelitian yang dilakukan pada kesehatan reproduksi.
Pihaknya juga melakukan dokumentasi untuk pembelajaran, untuk pengembangan ekonomi yang dilakukan adalah pengembangan ekonomi kerakyatan dan kami melakukan proses advokasi.
Program yang dilakukan pada akhirnya kata Reny bagaimana pengembangkan kapasitas perempuan.
Reny mengatakan ada 7 program, di antaranya sosial ekonomi, kesehatan reproduksi, berkaitan dengan hukum, politik yang lebih kepada penguatan peran sehingga perempuan dilibatkan dalam pengambilan kebijakan, isu lingkungan lebih ke cara mengolah sesuatu menjadi bermanfaat dan menekan kerusakan lingkungan. Terakhir soal pendidikan yang dimulai dengan pendirian PAUD.
Dalam kerangka pemberdayaannya kata Reny PPSW Borneo melakukan 5 kunci. Pertama tentang kesejahteraan perempuan, pihaknya memastikan tingkat kesejahteraan perempuan. "Bagaimana perempuan bisa berpikir kritis jika kampung tengahnya tidak aman," ujarnya.
Kedua yaitu akses, Reny mengatakan jika dilihat akses perempuan sangat minim. Misalnya akses pendidikan dimana data menunjukan rata-rata tingkat sekolah hanya sampai SMP.
Angka kematian saat melahirkan juga cukup tinggi, data PPSW sangat sedikit perempuan yang memiliki akses permodahan, pengembangan usaha hingga akses kesehatan. "Peran kita bagaimana membuka semua akses tersebut sebesarnya,” katanya.
Ketiga adalah kesadaran kritis, ini merupakan yang utama. Keempat soal partisipasi, PPSW mendorong tingkat partisipasi perempuan sehingga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Kelima soal kontrol, paling tidak kekuatan mengamankan sumber daya yang ia punya untuj membantu proses keberlangsungan mereka kedepan.
"Untuk pengembangan dan penguatan bidang pangan sudah dilakukan PPSW sejak lama. Program ini ternyata kata Reny sangat membantu pada saat kondisi covid-19," ujarnya.
Di tengah pandemi yang berdampak ke semua sektor Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kalimantan Barat mengambil peran dengan melakukan berbagai program.
"Selain itu perempuan juga berperan penting dalam mengatur siklus keuangan keluarga, mengkampanyekan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan), memperkuat ekonomi keluarga, serta membangun kualitas keluarga dengan menanamkan nilai-nilai dalam keluarga," ujarnya.