Breaking News:

PSU di Kabupaten Melawi Berjalan Aman, Lancar dan Terapkan Protokol Kesehatan

Alhamdulillah puji tuhan pelaksanaan PSU berjalan dengan baik, aman dan lancar terimakasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-pers

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang di TPS 1 Desa Baru Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Sabtu 12 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Melawi pada Sabtu 12 Desember 2020 berjalan dengan aman dan lancar.

Pelaksanaan PSU dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Seperti diketahui, Kabupaten Melawi menggelar pemungutan suara ulang di TPS 1 Desa Baru Kecamatan Nanga Pinoh.

PSU tersebut dilakukan dengan petugas baru dari PPS dan PPK Kecamatan Nanga Pinoh sebagai penyelenggara di KPPS di TPS tersebut.

Hal ini karena petugas TPS sebelumnya di hari H sudah diberikan sanksi yakni diberhentikan tetap dan disanksi pelanggaran kode etik dan Pakta integritas sebagai penyelenggara dan di pemilu atau pemilihan berikutnya dan sampai kapanpun sudah tidak bisa lagi jika ingin menjadi penyelenggara.

"Alhamdulillah puji tuhan pelaksanaan PSU berjalan dengan baik, aman dan lancar terimakasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu, para petugas dari PPS dan PPK, pihak keamanan yang telah mengamankan jalannya pelaksanaan proses PSU," ujar Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo Senin, 14 Desember 2020.

"Bawaslu dan jajaran yang ikut mengawasi prosesnya serta para saksi Paslon yang sudah hadir untuk menyaksikan secara langsung proses PSUnya," tambahnya.

Baca juga: Terkait Foto Paslon di Surat Suara Dirobek di Melawi, Ini Kata Bawaslu Kalbar

Diterangkannya, adapun total pemilih dalam DPT ada 419 pemilih, sedangkan pemilih yang hadir dalam DPT 209, DPTb 16, dan total pengguna hak pilih sebanyak 225. 

"Pelaksanaan PSU berjalan dengan aman dan lancar, cuman memang angka partisipasi pemilih di TPS tersebut sangat minim tingkat Parmasnya yang dikarenakan berbagai faktor saya sempat tanyakan ke warga setempat disebabkan diulang," jelasnya.

Selain itu, dikatakannya ada pemilih yang sudah berkerja diluar tidak mau luangkan waktunya lagi.

"Yang jelas kami di KPU dan petugas PPS sebagai KPPS dan PPK sudah berusaha maksimal mensosialisasikan kepada masyarakat setempat yang terdaftar sesuai KTP-el basis RT dan RW di TPS tersebut untuk datang memilih upaya penyelenggara dibawah sudah dilakukan tapi itulah kenyataannya, karena memang namanya PSU adalah dihari yang tidak normal pemilih juga mikir-mikir untuk datang lagi," terangnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved