Breaking News:

Sis-Wahyu Unggul di Coblos Ulang, Bupati Nasir Pastikan Pilkada Kondusif

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah kembali melaksanakan PSU di TPS 01 Pasar Pagi Putussibau,

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Proses perhitungan surat suara PSU di TPS 01 Pasar Pagi Putussibau Kelurahan Putussibau Kota Kecamatan Putussibau Utara, Sabtu 12 Desember 2020. 

Dipastikan Ramdan, pelaksaan PSU tersebut tidak akan mengganggu proses jalannya rekapitulasi suara di tingkat kabupaten, karena pelaksanaan PSU tersebut sudah sesuai peraturan.

"Rekapitulasi terus berjalan, limit waktu disesuaikan, tanggal 12 Desember ini masih dalam tahap rekapitulasi di kecamatan, maka sebagaimana Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018, dan Peraturan KPU Nomor 18 tahun 2020, di Pasal 60 berkaitan dengan PSU itu di aksanakan paling lama 4 hari setelah hari pemungutan," jelasnya.

"Kemudian, teman-teman di daerah menetapkan PSU pada tanggal 12, dan rekapitulasi di tingkat kecamatan itu dari tanggal 10 sampai 14 Desember. Sehingga ini tidak akan mengganggu pelaksanaan rekapitulasi, ini berjalan beriringan," tambah Ramdan.

Selanjutnya, setelah di laksanakannya rekapitulasi di tingkat kecamatan, tahapan selanjutnya ialah rekapitulasi di tingkat kabupaten pun akan langsung dilaksanakan.

Sementara Komisioner Bawaslu Provinsi Kalbar Faisal Riza juga menyampaikan kalau pelaksanaan proses pemungutan suara ulang di dua kabupaten tersebut berjalan lancar tanpa kendala.

Dalam proses PSU tersebut, sebelumnya pihak Bawaslu sudah merekomendasikan kepada KPU kabupaten yang bersangkutan untuk mengganti seluruh KPPS, dan penyelenggaraan PSU dilaksanakan oleh PPS dan PPK.

Kemudian, terkait sanksi terhadap pengawas di TPS tersebut dikatakan Faisal, hal tersebut diserahkan seluruhnya ke pihak Bawaslu masing-masing kabupaten.

"Untuk pemberian sanksi hingga ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum) itukan yang sifatnya permanen, Bawaslu kabupaten, KPU kabupaten, namun yang ad hoc itu ranahnya di tingkat kabupaten," ujarnya.

Faisal berharap, kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk bersama-sama lebih bekerja keras untuk memberikan pemahaman tentang pelaksanaan pemilihan umum, baik bagi pengawas, penyelenggara dan masyarakat.

"Mungkin memang harus ada upaya kerja keras bagi kami semua, baik di pengawasan maupun jajaran KPU, untuk lebih memahami itu, meskipun kita sudah melakukan semaksimal mungkin, ada panduan, buku saku, video tutorial, ada bimtek langsung, ya mungkin memang harus ada upaya lebih keras lagi untuk itu," katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved