Breaking News:

Warga Tionghoa Rajut Toleransi Dalam Keberagaman  

Sayangnya masih ada prasangka dan stigma negatif bahwa warga Tionghoa hanya membantu orang dengan latar belakang sesama etnis Tionghoa.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua MABT Provinsi Kalbar bersama anggotanya menyerahkan bantuan APD secara simbolis kepada Gubernur Sutarmidji belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ajaran leluhur untuk menerapkan toleransi dan saling bantu tanpa memandang suku serta agama, telah menjadi dasar sikap warga etnis Tionghoa di Kalbar.

“Masuk sungai ikutilah liku-likunya dan masuk kampung ikutilah adat istiadatnya”.

Sayangnya masih ada prasangka dan stigma negatif bahwa warga Tionghoa hanya membantu orang dengan latar belakang sesama etnis Tionghoa.

“Saya tidak setuju dengan itu. Kita adalah bangsa Indonesia. Kalau kita mampu kita harus membantu, walau ada perbedaan itu prinsip, karena kita hidup tidak sendiri perlu orang lain,” ujar Paulus Andy Mursalin, Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalbar.

Dia baru saja terpilih menjadi Ketua periode 2020-2025 melalui Musyawarah Besar Luar Biasa Majelis Adat Budaya Tionghoa (Mubeslub MABT) Kalbar tahun 2020.

Paulus Andy Mursalin menegaskan bahwa orang Tionghoa tidak hanya membantu sesama suku, tapi juga membantu siapapun ketika membutuhkan. Dia mengajak semua etnis di Kalbar untuk terus bersatu,  jangan hidup terkotak-kotak di tengah perbedaan.

Foto bersama anggota MABT Provinsi Kalbar saat makan malam bersama di salah satu rumah makan di Kota Pontianak.
Foto bersama anggota MABT Provinsi Kalbar saat makan malam bersama di salah satu rumah makan di Kota Pontianak. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

“Kalau kita terus mengotakkan diri, kurang bagus, Kalau hidup rukun damai antar sesama etnis agama, budaya, maka kita akan merasa bahagia. Kita di dalam hidup ini cari damai, tenteram. Maka itulah perlu kerjasama dari semua golongan yang ada,” ujarnya.

Mengenai bantuan pada masa pandemi, Paulus Andy Mursalin menjelaskan MABT Kalbar telah memberikan bantuan berupa 1.000 unit alat pelindung diri (APD) yang langsung diserahkan kepada Gubernur Sutarmidji.

Selain itu pembagian masker sebanyak 20 ribu untuk masyarakat khususnya di Kota Pontianak yang dibagikan langsung di beberapa titik.  

Bantuan tersebut diberikan tanpa membedakan suku dan agama tertentu.

Halaman
1234
Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved