Breaking News:

Pilkada 2020

CEK Hasil Hitung Cepat Pilkada Sintang 2020 Jumat 11 Desember 2020 di https://pilkada2020.kpu.go.id

Khusus di Sintang ada 3 pasangan calon yaitu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sintang Nomor Urut 1, Jarot Winarno-Sudiyanto.

https://pilkada2020.kpu.go.id
Hasil Hitung Cepat Pilkada Sintang 2020 https://pilkada2020.kpu.go.id 

Rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, 13 Desember 2020-17 Desember 2020

Pengumuman hasil rekapitulasi tingkat Kabupaten/Kota pada tempat pengumuman di KPU Kabupaten/Kota dan melalui laman KPU oleh KPU Kabupaten/Kota, 13 Desember 2020-23 Desember 2020

Penyampaian rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten/Kota kepada KPU Provinsi untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, 13 Desember 2020

Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, 16 Desember 2020

Pengumuman hasil rekapitulasi tingkat provinsi untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada tempat pengumuman di KPU Provinsi dan melalui laman KPU oleh KPU Provinsi, 16 Desember 2020.

Tunggu Hasil Resmi KPU

Komisioner Bawaslu Provinsi Kalbar, Faisal Riza mengimbau agar para tim dan paslon menunggu hasil resmi dari KPU terkait para pemenang pada pilkada ditujuh Kabupaten di Kalbar.

Walaupun memang, kata Faisal, tidak ada larangan secara khusus mengenai klaim-klaim kemenangan.

"Yang namanya klaim silahkan saja, tapi jangan sampai masyarakat melihat itu sebagai landasan atau pijakan yang valid dari sebuah informasi karena kalau bicara soal hitung cepat harus ada batasnya, setelah TPS tutup pemungutannya," katanya, Rabu 9 Desember 2020.

Masyarakat, kata Faisal pun diminta untuk bersabar mengenai data-data yang mungkin akan tersebar dimedsos karena nantinya berpotensi terjadi konflik.

Sehingga untuk itu, kata dia, hasil resmi dari KPUlah yang final dan mesti dihormati oleh semua pihak.

"Saya melihat kalau ada klaim-klaim beredar dimedia sosial saya berharap masyarakat jangan terlalu percaya dan perlu dicek karena semua orang pasti ingin mempunyai klaim dan disinilah kemudian konflik data, tetap saja kita harus mengacu pada penghitungan yang resmi," pungkasnya. 

(*)

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved