Breaking News:

Bea Cukai Nanga Badau Kapuas Hulu Musnahkan Barang Bukti Hasil Penindakan 2019-2020

Wijang menjelaskan, pada periode Juli 2019 sampai Oktober 2020, pihaknya di berbagai wilayah pengawasan Bea dan Cukai Nanga Badau dan hasil penyerahan

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pemusnahan barang milik negara hasil penindakan periode tahun Juli 2019-Oktober 2020 yang telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN), dilakukan oleh Bea Cukai Nanga Badau, dihadiri seluruh Forkompimcam di Kecamatan Badau, Kamis 10 Desember 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU -  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Nanga Badau telah melaksanakan kegiatan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan periode tahun Juli 2019 - Oktober 2020 yang telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN), Kamis 10 Desember 2020.

Ketua KPPBC TMP C Nanga Badau, Wijang menyatakan, dalam pemusnahan tersebut hadir Camat Badau, Komandan Batalyon Yonif-407 Padmakusuma, Kapolsek Badau, Imigrasi dan Karantina, Administrator PLBN  dan tokoh adat dan masyarkat.

"Barang-barang yang dimusnahkan merupakan barang hasil penindakan operasi kepabeanan dan cukai yaitu, operasi gempur rokok Ilegal, operasi pasar, operasi bersama di Zona Netral, penegahan Pelintas Batas di Pos Lintas Batas Badau," ujarnya kepada wartawan, Kamis 10 Desember 2020.

Baca juga: Kapuas Hulu Peringkat ke-2 se Kalbar Dalam Penanganan Stunting

Wijang menjelaskan, pada periode Juli 2019 sampai Oktober 2020, pihaknya di berbagai wilayah pengawasan Bea dan Cukai Nanga Badau dan hasil penyerahan dari Satgas Pamtas.

"Hal ini untuk menjalankan fungsi bea dan cukai sebagai community protector yaitu, melindungi masyarakat dari barang barang yg terlarang dan ilegal," ucapnya 

Barang hasil penindakan tersebut berupa, 1.702.440 batang Barang Kena Cukai Hasil Tembakau Sigaret Kretek Mesin (BKC HT SKM), 3.304 botol/kaleng = 826.906 mililiter (826 liter) Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berbagai merk dengan kadar alkohol bervariasi  sampai dengan 40 persen, 911 pcs pakaian bekas, dan 1 unit mesin AC bekas dan 1 unit gergaji mesin bekas.

"Perkiraan nilai barang yang dimusnahkan adalah sebesar Rp. 1.646.371.600,00 (satu milyar enam ratus empat puluh enam juta tiga ratus tujuh puluh satu ribu enam ratus rupiah)," ujarnya.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, dirusak dan ditimbun di area PLBN Badau oleh Kepala KPPBC TMP C Nanga Badau bersama instansi terkait. "Pemusnahan untuk menghilangkan sifat dan fungsi awal barang, sehingga tidak lagi memiliki nilai ekonomis sesuai dengan surat persetujuan pemusnahan BMN yang diterbitkan Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Barat dan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak," ucapnya.

Penindakan Barang Kena Cukai ilegal berupa Hasil Tembakau dan Minuman Mengandung Ethyl Alkohol atau miras karena peredarannya tidak memenuhi ketentuan UU No. 39 Tahun 2007 tentang Perubahan UU No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Baca juga: Pemprov Kalbar Minta Litbang Perkuat Penelitian Kratom, Ikan Belidak dan Gaharu di Kapuas Hulu

Kemudian untuk penindakan pakaian bekas merupakan komoditi yg dilarang sesuai UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 51/M-Dag/Per/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

"Selain menimbulkan potensi kerugian negara juga dapat mengganggu industri tekstil/garment dalam negeri karena dapat mengganggu stabilitas pasar tekstil/garment  dalam negeri. 

Kerugian inmateriil yang tidak terhitung lainnya adalah bahaya dari sisi kesehatan pakaian bekas yang berpotensi sebagai pembawa virus atau bakteri yang bisa menimbulkan penyakit," ujarnya.

Dengan ini dihimbau, kepada masyarakat agar taat dan patuh kepada aturan yang berlaku karena di perbatasan seperti, Badau ini sangat rentan terhadap pemasukan atau pengeluaran barang ilegal yang bisa memberi dampak kerugian bagi masyarakat baik langsung maupun tidak langsung.

"Kami juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya atas peran serta masyarakat dan sinergi dari aparat penegak hukum serta dari unsur CiQS yg telah senantiasa berkomitmen untuk menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat indonesia dari penyelundupan dan perdagangan ilegal. 

Semoga ke depan sinergisitas dapat lebih baik lagi," ungkapnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved