Pilkada Kapuas Hulu

Satu Dusun di Perbatasan Indonesia-Malaysia Belum Datangi TPS, Bupati AM Nasir Ungkap Alasannya

Bupati juga menjelaskan, diduga alasan masyarakat setempat tidak menggunakan hak pilih, persoalan masalah aliran listrik.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN PONTIANAK/ Sahirul Hakim
Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir bersama istrinya Erlinawati Nasir, saat menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Kapuas Hulu, di TPS 019 lokasi SDN 01 Putussibau, Rabu 9 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir membenarkan ada informasi kalau sejumlah masyarakat di Desa Kumang Jaya, Kecamatan Empanang, wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia, hingga saat ini pukul 12.51 WIB, belum ada yang mendatangkan ke TPS 01, Rabu 9 Desember 2020.

"Informasi yang saya terima memang ada satu dusun di Desa Kumang Jaya, mereka golput tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada tahun 2020 di TPS setempat," ujarnya kepada wartawan.

Bupati juga menjelaskan, diduga alasan masyarakat setempat tidak menggunakan hak pilih, persoalan masalah aliran listrik.

"Kami sudah berkoordinasi dengan KPU dan Camat, agar berusaha untuk mengajak masyarakat disana menggunakan hak pilihnya," ucapnya.

Baca juga: CEK Hasil Hitung Cepat di 7 Kabupaten Pilkada di Kalbar, Klik Disini!

Terkait persoalan aliran listrik disana, jelas Bupati Kapuas Hulu, kalau pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi, baik lewat adminstrasi ke PLN atau Pemerintah Pusat, supaya sejumlah desa yang belum dialiri listrik segera dialirkan.

"Kalau persoalan listrik merupakan kewenangan PLN dan Pemerintah Pusat. Itu bukan wewenang Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, tapi kami pernah melakukan koordinasi dengan pihak PLN dan Pemerintah Pusat terkait hal listrik," ungkapnya.

Baca juga: CEK Hasil Hitung Cepat Pilkada 2020 Tujuh Kabupaten di Kalbar Login https://pilkada2020.kpu.go.id/

Ketua DPRD Kapuas Hulu Kuswandi menyatakan, dari awal legislatif dan eksekutif sudah menyurati PLN dan Pemerintah Pusat, terkait permintaan dari masyarakat disana.

"Hanya saja kendalanya adalah itu bukan kewenangan pemerintah daerah Kapuas Hulu," ujarnya.

Kuswandi berharap masyarakat salah satu dusun di Desa Kumang Jaya Kecamatan Empanang, agar menggunakan hak pilihnya dalam memilih pemimpin Kapuas Hulu.

"Jadi masyarakat harus tetap bersabar, karena pembangunan perlu proses. Pastinya kami menyayangkan masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya, dengan alasan tidak ada aliran listrik," ungkapnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved