Pilkada 2020

Hasil Quick Count Pilkada Tangsel 2020, Cek Perolehan Suara Pasangan Calon Wali Kota di Sini

Dalam Pilkada 2020, ada hal-hal baru yang sudah ditetapkan KPU terkait dengan proses pemungutan suara di TPS.

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
KPU Tangerang Selatan
Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pada Pilkada Tangerang Selatan 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) 2020 diikuti tiga pasangan calon.

Proses pemungutan suara akan dilakukan pada Rabu 9 Desember 2020, serentak dengan Pilkada di daerah lain.

Rencananya, beberapa lembaga survei akan menggelar hitung cepat atau Quick Count di Pilkada Tangsel 2020.

Informasi quick count akan ditayangkan setelah pemungutan suara, mulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Untuk mengetahui hasil hitung cepat Pilkada Tangsel 2020, bisa disaksikan melalui link Live Streaming berikut ini:

Link 1

Link 2

Link 3

Dalam Pilkada Tangsel 2020, ada tiga pasangan calon yang bertarung.

Baca juga: LIVE Quick Count Pilkada Medan 2020: Perolehan Suara Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia Rachman

Pasangan calon nomor urut pertama adalah Muhamad dan Rahayu Saraswati D Djojohadikusumo.

Pasangan calon ini diusung PDIP, Gerindra, PSI, PAN dan Hanura.

Pasangan calon nomor urut dua adalah Siti Nurazizah dan Ruhamaben.

Pasangan ini diusung oleh Demokrat, PKS dan PKB.

Selanjutnya pasangan calon nomor urut tiga, Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan.

Keduanya diusung oleh Partai Golkar.

Dalam Pilkada 2020, ada hal-hal baru yang sudah ditetapkan KPU terkait dengan proses pemungutan suara di TPS.

Menurut Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi yang dikutip Kompas.com, setidaknya ada 15 hal baru dalam proses pemungutan suara di TPS.

Hal baru tersebut di antaranya mengenai adanya pengurangan jumlah pemilih per-TPS dari maksimal 800 menjadi maksimal 500 orang.

Lalu, ada pengaturan kehadiran pemilih ke TPS diatur jamnya, setiap jam untuk sekian pemilih.

Jadi, kehadiran pemilih rata per-jam, tidak menumpuk di pagi hari seperti sebelum-sebelumnya.

Baca juga: Live Hasil Quick Count Pilkada Solo:Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa & Bagyo Wahyono-FX Supardjo

Selanjutnya, pemilih antre di luar maupun di dalam TPS akan diatur jaraknya, sehingga tidak terjadi kerumunan.

Selain itu, pemilih maupun petugas dilarang bersalaman, termasuk bersalaman sesama pemilih.

Berikutnya, disediakan perlengkapan cuci tangan portable di TPS bagi pemilih sebelum dan sesudah mencoblos.

Hal baru lainnya yakni petugas KPPS mengenakan masker selama bertugas serta disiapkan masker pengganti sebanyak 3 buah.

Berikut 15 hal baru di TPS saat proses pemungutan suara Pilkada Serentak 2020:

1. Jumlah pemilih per-TPS dikurangi dari maksimal 800 menjadi maksimal 500. 

2. Kehadiran pemilih ke TPS diatur merata, setiap jam untuk sekian pemilih. Jadi tidak menumpuk di pagi hari seperti biasanya. 

3. Petugas KPPS dilakukan rapid tes/ tes swab sebelum bertugas, sehingga diyakini sehat (tidak menularkan virus). 

4. Petugas KPPS mengenakan masker selama bertugas. Pemilih diharap pakai masker dari rumah. Di TPS disediakan cadangan dalam jumlah terbatas. 

5. Petugas KPPS mengenakan sarung tangan karet selama bertugas.

Setiap pemilih disediakan sarung tangan plastik (sekali pakai). 

6. Petugas KPPS mengenakan face shield (pelindung wajah) selama bertugas. 

7. Saat pemilih (antri) di luar maupun di dalam TPS diatur jaraknya. 

8. Disediakan perlengkapan cuci tangan, digunakan sebelum dan sesudah mencoblos. 

9. Disediakan tissue kering bagi pemilih yang selesai mencuci tangan. 

10. Setiap pemilih membawa alat tulis sendiri dari rumah, untuk isi daftar hadir. 

11. Dilarang bersalaman, antara petugas KPPS dengan pemilih, atau sesama pemilih.

12. Setiap pemilih yang akan masuk ke TPS dicek suhu tubuh. Jika di bawah standar, dibolehkan mencoblos di TPS. 

13. Pemilih bersuhu tubuh di atas standar mencoblos di bilik suara khusus, lokasi terpisah, namun masih di lingkungan TPS. 

14. Lingkungan TPS dilakukan penyemprotan desinfektan sebelumm, di tengah, maupun pasca pencoblosan. 

15. Pemilih yang usai mencoblos tidak lagi mencelup jari ke tinta, tetapi tinta akan diteteskan petugas ke jari pemilih. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved