Breaking News:

Di Hadapan Mahasiswa Universitas Indonesia, Bupati KKU Citra Duani Paparkan Potensi Wisata Karimata

Untuk itu, Citra meminta bantuan Universitas Indonesia untuk memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah Kabupaten.

Penulis: Adelbertus Cahyono | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Prokopim Sekretariat Daerah Kayong Utara
Bupati Kayong Utara, Citra Duani, menjadi pembicara di dalam diskusi dan perkuliahan di Kampus Magister Kajian Stratejik Ketahanan Nasional Universitas Indonesia di Jakarta, Kamis 4 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Bupati Kayong Utara, Citra Duani, menjadi pembicara pad aforum diskusi dan perkuliahan di Kampus Magister Kajian Stratejik Ketahanan Nasional Universitas Indonesia di Jakarta, Kamis 4 Desember 2020.

Di hadapan mahasiswa program magister dan doktor, Citra berbicara masalah Karimata dan Taman Nasional Gunung Palung.

Menurut Citra, untuk menyukseskan pariwisata berbasis masyarakat, peran perguruan tinggi sangat diperlukan dalam membuat kajian dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Untuk itu, Citra meminta bantuan Universitas Indonesia untuk memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah Kabupaten.

“Gugusan Cagar Alam Laut Kepulauan Karimata yang terletak di Kecamatan Kepulauan Karimata Kabupaten Kayong Utara terdiri dari 43 Pulau, 2 pulau di antaranya yaitu Pulau Karimata Besar dan Pulau Serutu merupakan masuk kawasan Hutan Lindung,” kata Citra dalam siaran pers Bagian Prokopim Sekretariat Daerah Kayong Utara.

Baca juga: Kemenag Kayong Utara Vaksinasi Meningitis 73 Calon Jemaah Haji 2021

Citra menerangkan, Cagar Alam Kepulauan Karimata mengalami 4 kali perubahan dalam penunjukan kawasan.

Untuk pertama kalinya diusulkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kehutanan No. 2240/DJ/I/1981 tanggal 15 Juni 1981 dengan luas 77.000 Ha.

Kemudian, pada 23 Agustus 2000 Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.259/Kpts-II/2000 berubah menjadi Suaka Alam Laut (SAL), dengan luasan 120.000 ha.

Lantas, pada Tanggal 20 Desember 2013 Keputusan Menteri Kehutanan : No.936/Menhut-II/2013 Kawasan berubah menjadi KPA / KSA Perairan dengan luasan belum diketahui.

“Pada tanggal 2 September 2014 dikeluarkan lagi Surat Keputusan Menteri Kehutanan : No.733/Menhut-II/2014, Tentang kawasan Hutan dan Konservasi Peraian Propinsi Kalimantan Barat dengan luasan 158.686’11 Ha,” jelas Citra.

Selain berbicara masalah karimata, Citra juga bercerita tentang Taman Nasional Gunung Palung dan Yayasan ASRI yang berhasil menyedot perhatian dunia dengan program kesehatan yang mereka gagas. 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved