Breaking News:

Tanggapan Sekjen DAD Sanggau Terkait Deportasi Pekerja Migran Indonesia

Dikatakan mantan Anggota DPRD Sanggau tiga periode itu jika dilihat dari kasus PMI tersebut, bermacam-macam dari yang tidak memiliki paspor, permit, g

TRIBUN PONTIANAK/Hendri Chornelius
Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Urbanus SSos. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Terkait dengan 245 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dan Repatriasi dari Depot Imigresen Semuja. Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Urbanus menyampaikan bahwa ini sudah yang kesekian kalinya PMI di deportasi dan di repatriasi melalui PLBN Entikong.

"Yang pasti kita prihatin dengan ada lagi PMI yang dideportasi dan di repatriasi. Karena sudah yang kesekian kalinya PMI di deportasi dari PLBN Entikong,"katanya, Minggu 5 Desember 2020.

Dikatakan mantan Anggota DPRD Sanggau tiga periode itu jika dilihat dari kasus PMI tersebut, bermacam-macam dari yang tidak memiliki paspor, permit, gajih tidak dibayar dan lainya.

Baca juga: Pemuda 19 Tahun Asal Sanggau Meninggal Dunia Dinyatakan Positif Covid-19 Gejala Demam dan Sesak

"Tentu kita harapkan agar jangan ada lagi kejadian seperti ini kedepan. Ini menjadi pelajaran bagi yang lainya, bahwa berkerja di sana tidak semudah yang dibayangkan,"tegasnya.

Urbanus juga menegaskan jika mau menjadi TKI harus menggunakan agen yang betul-betul terdaftar dan sesuai aturan yang berlaku. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved