Dua Hari Sebelum Meninggal, Gadis Cilik di Singkawang Dipukul Ibu Tiri Pakai Hanger dan Handphone

Korban yang baru berusia sekitar tujuh tahun itu, diduga kuat dianiaya ibu tirinya berinisial S, dua hari sebelum meninggal dunia.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Nasaruddin
IST
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang gadis cilik di Singkawang, meninggal dunia dengan luka di tubuh.

Korban yang baru berusia sekitar tujuh tahun itu, diduga kuat dianiaya ibu tirinya berinisial S, dua hari sebelum meninggal dunia.

Peristiwa meninggalnya terjadi pada Rabu 25 November 2020 di Singkawang Selatan, Kalimantan Barat.

Dua hari sebelumnya, ibu tiri korban alias S sempat menganiaya korban menggunakan patahan hanger ke bagian jari tangan korban.

Tidak cukup dengan itu, S juga menggunakan handphone untuk memukul kepala korban.

Baca juga: Siaran Langsung Tinju Errol Spence vs Danny Garcia di TVOne Hari Ini Minggu 6 Desember Jam 09.00

Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo menyatakan hal itu sesuai dengan keterangan yang disampaikan tersangka S.

Kapolres mengatakan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat soal kematian korban yang dinilai tak wajar pada Rabu 25 November 2020.

Mendapat informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian dan mendapati seorang anak yang sudah meninggal dengan kondisi sudah dibersihkan.

"Sudah dipakaikan dengan pakaian yang bagus dan siap untuk diberangkatkan ke yayasan," kata Prasetiyo Adhi Wibowo saat konferensi pers, Jumat 4 Desember 2020.

Pada saat itu, lanjut Kapolres, ibu tiri korban berinisial S menyampaikan bahwa yang bersangkutan meninggal karena sakit.

"Namun ketika anggota kami melakukan observasi kepada tubuh korban ditemukan beberapa luka lebam akibat trauma benturan benda tumpul sehingga kami meminta dilakukan visum luar," paparnya.

Mendengar permintaan tersebut, S kemudian sontak menolak permintaan kepolisian dan bersikeras agar Vera tidak divisum.

Namun Kepolisian tetap berupaya hingga pada Jumat 27 November atau dua hari setelah kejadian, dilakukan penangkapan dan penahan terhadap S.

Baca juga: Klasemen Serie A: Inter Kudeta Juventus, Milan Tetap di Puncak Klasemen Liga Italia

"Kenapa kami melakukan penangkapan dan penahanan? Karena berdasarkan hasil visum luar dan juga hasil otopsi terhadap korban memang ditemukan beberapa luka trauma akibat pukulan benda tumpul di beberapa bagian tubuh korban," ujar Kapolres.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved