Breaking News:

Vaksinolog Beberkan Perlu Waktu 14 Hari Baru Antibody Vaksin Terbentuk dan Butuh Dua Kali Suntikan 

Vaksinolog, dr Dirga Sakti Rembe menjelaskan bahwa vaksin utamakan akan diberikan kepada orang yang belum pernah terkonfirmasi COVID-19

TRIBUN PONTIANAK/Anggi
TANGKAPAN LAYAR - Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, dr Dirga Sakti Rembe menjelaskan bahwa vaksin saat menjadi pembicara webinar KPC PEN membahas tentang rencana vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Jumat 4 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) kembali menggelar acara webinar membahas tentang rencana vaksinasi COVID-19 di Indonesian Jumat 4 Desember 2020.

Adapun tema yang diangkat pada kali ini adalah tentang “Vaksinasi Dewasa Tingkatkan Imun Tubuh” dengan mengundang natasumber yakni Kadiskes Provinsi Kalbar dr Harisson, Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog dr Dirga Sakti Rembe.

Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, dr Dirga Sakti Rembe menjelaskan bahwa vaksin utamakan akan diberikan kepada orang yang belum pernah terkonfirmasi COVID-19 pada rentang usia 18-59 yang tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta. 

“Lalu untuk masyarakat yang sudah terkonfirmasi COVID-19 tidak menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin. Tapi malah dapat membantu dengan antibodinya untuk jangka panjang,” ujar dr Dirga saat memberikan penjelasan dalam webinar tersebut. 

Baca juga: KPwBI Beberkan Prospek dan Tantangan Ekonomi 2021, Sebut Vaksinasi Kunci Pertumbuhan Pesat Ekonomi

Ia mengatakan adapun upaya yang dilakukan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentnag vaksin COVID-19 menjadi tanggung jawab bersama yang disesuaikan dengan keilmuan masing/masing.

“Kita tentu mengajak masyarkat untuk terus berhati- hati, intinya bahwa tidak akan ada vaksin tanpa izin badan BPOM dan kalau sudah ada izin resmi dari BPOM tentu sudah teruji keamanannya,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa untuk pemberian vaksin biasanya untuk satu orang minimal dua kali dengan  rentang waktu suntikan pertama dan kedua berjarak dua minggu atau 14 hari. 

“Vaksin membutuhkan dua kali suntik dan secara umum antibodi akan muncul dua minggu setelah suntikan terakhir atau kedua. Selama antibodi belum muncul seseorang masih bisa terinfeksi,” ujarnya.

Maka sambil menunggu antibodi terbrnruk sesorang yang telah melakukan vaksin harus tetap menerapkan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan serta mrnghindari kerumunan.

Ia mengatakan bahwa untuk jenis vaksin yang digunakan nanti adalah jenis Sinovav yang terbatas pada usia 18-59 tahun dan tidak memiliki penyakit bawaan.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Optimis Kota Pontianak Secepatnya Keluar dari Zona Oranye

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved