Breaking News:

Komisioner KPU Kalbar Lomon Minta Masyarakat Tak Takut Datang ke TPS

Lomon meminta agar masyarakat tidak takut dan ragu untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 desember 2020.

TRIBUNPONTIANAK/DHO
Tangkapan Layar - Webinar KPU Provinsi Kalbar dengan tema mengelola dan melaksanakan setiap tahapan dengan protokol kesehatan yang ketat memilih cerdas ditengah pandemi covid 19, Rabu 2 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komisioner KPU Provinsi Kalbar, Lomon meminta agar masyarakat tidak takut dan ragu untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 desember 2020.

Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kalbar ini pun memastikan jika penyelenggara ditingkat bawah menerapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga masyarakat tak perlu takut terpapar covid 19.

Hal tersebut dikatakannya di webinar KPU Provinsi Kalbar dengan tema mengelola dan melaksanakan setiap tahapan dengan protokol kesehatan yang ketat memilih cerdas ditengah pandemi covid 19, Rabu 2 Desember 2020

"Kita meminta semua para pihak untuk mendukung dan mengajak seluruh masyarakat di 7 kabupaten yang menyelenggarakan pemilihan yang terdaftar sebagai pemilih untuk datang ke TPS pada hari rabu 9 deember 2020, jangan takut datang ke TPS, karena petugas KPPS sehat dan TPS didesinfeksi secara berkala dan menerapkan 15 hal baru di TPS," kata Lomon.

Baca juga: KPU Sekadau Beberkan 15 Hal Baru di TPS Saat Pemungutan Suara

KPU Kalbar, dikatakannya memang tidak sedang menyelenggarakan pilkada, tapi KPU Kalbar juga punya tanggung jawab melakukan sosialisasi yang bertujuan untuk masyarakat mendapat informasi dan masyarakat berpartisipasi pada pilkada.

"Kami dan KPU yang menyelenggarakan pilkada melakukan optimalisasi sosialisasi baik langsung maupun tidak langsung, baik media virtual, sosial, online, website, cetak, elektronik, pamflet, leatflet yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat," jelasnya.

Walaupun diakui Lomon, upaya pihaknya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sedikit terbatas karena pandemi. Satu diantara kendalanya ialah belum biasanya masyarakat sosialisasi secara virtual.

Lebih lanjut dikatakan Lomon, tahapan kampanye sendiri akan berakhir tiga hari kedepan, tanggal 5 desember. Seluruh aktivitas metode kampanye yang dilakukan paslon, parpol dan gabungan parpol berakhir di 5 desember. Tidak boleh lagi ada kampanye di masa tenang, dari tanggal 6-8 desember 2020.

Sementara untuk persiapan pemungutan dan rekap suara, KPU di Kabupaten pilkada sudah melakukan bimtek, simulasi dan raker terutama untuk kesiapan ad hoc. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved