Breaking News:

Ringkus Spesialis Curanmor, Eko Mardianto: Kejahatan Terjadi Bukan Hanya Karena Niat juga Kesempatan

masyarakat di harap waspada, ketika memarkirkan kendaraan jangan sampai meninggalkan kunci dalam posisi menempel di  stop kontak.

Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ FERRYANTO
Kapolsek Pontianak Barat, AKP Eko Mardianto saat memimpin Konferensi pers pengungkapan kasus curanmor di 6 TKP berbeda dengan modus pelaku mencari motor dengan kunci menempel di stopkontak. Senin 30 November 2020 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Tim Elang Jati Polsek Pontianak Barat berhasil meringkus seorang pemuda berinisial CN (26) yang telah melakukan pencurian kendaraan bermotor di 6 lokasi berbeda di Kota Pontianak.

Modus tersangka selalu berkeliling di pemukiman penduduk untuk mencari sepeda motor yang terparkir dengan kunci masih menempel di stopkontak sepeda motornya.

Kapolsek Pontianak Barat AKP Eko Mardianto menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak lengah ketika memarkirkan kendaraan bermotornya, khususnya sepeda motor.

Eko Mardianto berpesan, masyarakat di harap waspada, ketika memarkirkan kendaraan jangan sampai meninggalkan kunci dalam posisi menempel di  stop kontak.

''Kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, namun juga karena adanya kesempatan,' pesan Eko Mardianto.

Baca juga: Polsek Sengah Temila Landak Ciduk Tersangka Curanmor

Kemudian, iapun berpesan agar masyarakat tidak mudah untuk meminjamkan kendaraannya kepada orang lain yang belum diketahui jelas identitas dan asal usulnya.

Selain itu, bilamana ada seseorang yang menawarkan kendaraan bermotor dengan harga murah namun tidak disertai dokumen yang lengkap dan legal,diharap segera melapor ke petugas kepolisian.

'Jjangan membeli kendaraan bermotor dengan harga yang sangat murah, terlebih tidak disertai surat - surat yang jelas, karena ini berpotensi hasil tindak kejahatan,''ujarnya.

Terdapat ancaman pidana bagi siapa saja yang membeli barang - barang hasil tindak pidana, bagi pembeli barang - barang hasil tindak pidana dapat dikenai dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga 4 tahun lamanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved