Breaking News:

Puteri Pariwisata Bersahabat Indonesia 2020 Rahmawati Sebut Protokol Kesehatan Hal Utama bagi Wisata

Tak hanya itu, jika harus turun langsung obyek wisata, maka penerapan protokol kesehatan adalah hal wajib dan paling utama.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino | Editor: Rizky Prabowo Rahino
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Rahmawati, Putri Pariwisata Bersahabat Indonesia 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puteri Pariwisata Bersahabat Indonesia 2020, Rahmawati mengakui pandemi Covid-19 berimbas kepada tertundanya berbagai kegiatan dan program pariwisata.

“Sebelum pandemi, kita punya program. Beberapa program itu diantaranya dengan mendatangi langsung tempat wisata di Indonesia,” ungkapnya saat Focus Group Discussion ( FGD) Tribun Pontianak Podcast bertema Pariwisata Aman Covid-19 di Kalbar, Rabu 18 November 2020.

Saat pandemi, kata dia, dirinya tidak bisa mengunjungi secara langsung tempat-tempat wisata yang masuk dalam program.

Tentunya, hal ini membuat dirinya harus mengubah strategi agar promosi pariwisata tetap berlangsung di tengah Pandemi Covid-19.

“Jadi, kita menyampaikan dan menginformasikan tentang pariwisata di indonesia secara virtual melalui media sosial dan sebagainya,”terangnya.

Tak hanya itu, jika harus turun langsung ke obyek wisata, maka penerapan protokol kesehatan adalah hal wajib dan paling utama.

“Kami lakukan dengan merubah strategi awal yang tadinya ramai-ramai. Sekarang tetap mematuhi protokol kesehatan. Tetap membatasi peserta dan tetap memakai masker, jaga jarak dan sebagainya,” paparnya.

Ia menyambut baik kebijakan Pemerintah Provinsi ( Pemprov) Kalimantan Barat yang keluarkan kebijakan penyedia, pelaku atau pengelola jasa wisata harus patuh dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Namun, tantangan terbesar adalah bagi lokasi-lokasi yang jauh.

Tentunya, perlu ketegasan pemerintah untuk pengawasan kepatuhan pengelola atau pelaku wisata terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Kalau jauh (red_lokasi), wisata itu kan tidak bisa diawasi secara langsung. Ada tempat tertentu, wisata ramai tapi tetap tidak menerapkan protokol kesehatan yang ada. Itu harus ada kebijakan serius dari pemerintah,” pintanya. (*/Pra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved