MODUS Baru Pembajakan WhatsApp Muncul, Social Engineering | Coba Cara Antisipasi Pembobolan WhatsApp

Setelah nomor telepon dimasukkan, penipu lantas melancarkan serangannya melalui metode social engineering.

Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA VIA KOMPAS.COM
Waduh... !!! MODUS Baru Pembajakan WhatsApp Muncul, Social Engineering | Coba Cara Antisipasi Pembobolan WhatsApp 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ada baiknya untuk lebih waspada bagi Anda para pengguna aplikasi percakapan WhatsApp

Baru-baru ini, sebuah modus penipuan lewat aplikasi WhatsApp disebut bermunculan. 

WhatsApp memang merupakan aplikasi percakapan paling populer di dunia yang ramai digunakan saat ini.

Karena popularitasnya, tak jarang pengguna WhatsApp menjadi sasaran kejahatan.

Baca juga: Waspada! Ada Modus Baru Pembobolan WhatsApp, Begini Cara Mencegahnya

Pelaku kejahatan kerap mengelabui korban untuk mengambil alih atau membajak akun WhatsApp mereka.

Akun itu pun kemudian disalahgunakan.

Dikutip dari Kompas.com, ada satu modus penipuan baru yang dilakukan sang penipu, yakni mengandalkan aplikasi WhatsApp Business.

Setidaknya begitu menurut kicauan yang diunggah peneliti dari firma keamanan siber F-secure, Mikko Hypponen.

Selain Mikko, seorang blogger dengan nama akun @fbajri juga mengunggah twit dengan informasi serupa.

Baca juga: Cara Mengurangi Pemakaian Memori di WhatsApp Agar Tak Cepat Penuh

Berdasarkan beragam twit tersebut, penipu menggunakan aplikasi WhatsApp Business dan mencoba login dengan memasukkan nomor sasaran.

Hal ini bertujuan untuk mengubah jenis akun WhatsApp target dari reguler ke WhatsApp bisnis.

Setelah nomor telepon dimasukkan, penipu lantas melancarkan serangannya melalui metode social engineering.

Caranya adalah dengan mengirimkan pesan kepada korban dengan dalih bahwa si penipu ini salah mengirimkan SMS.

Baca juga: WhatsApp Ganti Fitur Arsip dengan Read Later, Apa Fungsi Read Later di WA?

Padahal, SMS yang berisi enam digit kode yang didapatkan korban berasal dari WhatsApp, bukan si penipu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved