Breaking News:

Ormawa Febi Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Pimpinan Fakultas

Seruan itu muncul mengingat mahasiswa Febi sudah lelah dan bosan meminta kepastian yang tak berujung kepada Pimpinan Fakultas.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rapat koordinasi aspirasi tuntutan dari Ormawa Febi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Febi menyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada Pimpinan Febi.

Hal itu disampaikan dari berbagai kalangan dan unsur mahasiswa yang tergabung di dalam Ormawa Febi, pada Tribun, Jumat 27 November 2020 malam.

Unsur Ormawa Febi tersebut terdiri dari Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (HMPS-ES), Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS-PBS), Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah (HMPS-AKS), Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (HMPS-MBS).

Yang mana pada hal ini mahasiswa Febi meminta kejelasan dari carut marutnya struktural dan dan kebijakan Fakultas yang tidak memihak kepada mahasiswa.

Seruan itu muncul mengingat mahasiswa Febi sudah lelah dan bosan meminta kepastian yang tak berujung kepada Pimpinan Fakultas.

Sepertimana yang disampaikan oleh Refki selaku SEMA Febi, Dia mengatakan bahwa pihak fakultas harus segera mengambil kebijakan.

Baca juga: Fakultas Syariah IAIN Pontianak Gelar Promosi Sekaligus Sosialisasi di Kabupaten Kayong Utara

"Menuntut tegas pihak fakultas untuk segera mengeluarkan SK bagi Dosen mengajar, yang mana hingga saat ini masih ada beberapa Dosen yang enggan mengajar karena SK belum keluar dari pihak Fakultas," ujarnya.

Refki juga menuntut tentang kejelasan dan hak mahasiswa untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang belum diberikan oleh pihak Fakultas.

"Kejelasan PKL juga belum ada, yang mana fakultas lain sudah selesai melaksanakan PKL, dan PKL ini juga merupakan salah satu syarat Sidang untuk mahasiswa akhir," ungkapnya.

Hal itu juga ikut ditambahkan oleh Muhammad Amal selaku ketua Dema Febi.

Dia mengatakan pelayanan kampus khususnya di Febi masih belum terstruktur dengan baik.

"Karena administrasi yang tidak baik, mengakibatkan kawan-kawan yang seharusnya sudah sidang menjadi terhambat, dan membuatnya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang seharusnya hal itu sudah tidak perlu di bayar lagi," ungkap Amal.

"Ijazah dari angkatan 2019 sampai saat ini masih belum keluar, karena belum ada tanda tangan, yang mengakibatkan lulusan Febi merasa sulit untuk terjun kedunia pekerjaan," sambung Amal.

Dengan ini Refki selaku Sema Febi turut menyuarakan aspirasi mahasiswa Febi, berharap penuh kepada pihak fakultas untuk segera menyelesaikan permasalahan yang ada di Febi.

"Semoga permasalahan ini segera ditanggapi oleh pihak fakultas, dan perkuliahan kembali berjalan sepertimana mestinya, dan carut marut ini segera diatasi," tutupnya. (*)

Penulis: Ramadhan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved