Breaking News:

Muhammad Hasan: Promosi dan Sosialisasi Adalah Bentuk Strategi Pengenalan Fakultas Syariah

Kegiatan promosi dan sosialisasi tersebut dilakukan Institut atau Fakultas dari tahun ke tahun, melibatkan unsur Pimpinan, Dosen dan Mahasiswa.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dekan Fakultas Syariah, IAIN Pontianak, Dr. Muhammad Hasan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menurut Dekan Fakultas Syariah Dr. Muhammad Hasan, M.Ag, kegiatan sosialisasi dan promosi merupakan salah satu kegiatan untuk memperkenalkan Fasya IAIN Pontianak.

Kegiatan promosi dan sosialisasi tersebut dilakukan Institut atau Fakultas dari tahun ke tahun, melibatkan unsur Pimpinan, Dosen dan Mahasiswa.

“Kami berusaha mengenalkan Fasya dan Program Studi melalui masyarakat dengan mendatangi sekolah-sekolah dan pondokk pesantren di Kalbar," ujar Hasan saat dihubungi, Sabtu 28 November 2020.

"Yang terlebih dahulu kami surati untuk meminta izin, dan inshaallah pasca promosi ini peminatan bertambah dan banyak program studi yang awalnya sepi peminat, semakin diminati,” jelasnya.

Hasan juga menambahkan, dari hasil sosialisasi dan promosi ke pondok pesantren dan sekolah-sekolah, bukan hanya calon mahasiswa yang didapatkan, tetapi juga hal lain yang berguna untuk Fakultas dan Program Studi ke depan.

Baca juga: Tim Fasya IAIN Pontianak Sabet 10 Besar Lomba Debat Daring Nasional, Ini Ungkapan Rasiam

"Misalnya bertambah jumlah kerjasama antar lembaga (stakeholder), dan berguna dalam proses pembelajaran seperti praktek mata kuliah dan penelitian mahasiswa, praktek pengalaman lapangan (PPL), serta direkrutnya alumni Program Studi menjadi tenaga pengajar," ungkapnya.

Hasan mengatakan kegiatan promosi ini difokuskan selama bulan November.

"Promosi dan sosialisasi akan selesai di akhir bulan, dengan pencapaian target kita yaitu di 12 kabupaten yang ada di Kalbar," ungkapnya.

Hasan menyampaikan basis sosialisai tim Fasya yaitu ke Pondok Pesantren, Madrasah Aliyah, SMK, dan SMA.

Hasan juga menegaskan target memang terfokus ke Pondok Pesantren karena dilihat dari efektifitasnya.

"Kalau Pondok Pesantren pasti kebanyakan siswanya itu tinggal di asrama, jadi walau di tengah pandemi Covid-19, mereka masih ada di sekolah, maka dari itu kami targetkan fokus ke Pondok Pesantren," ujarnya.

"Percuma juga kalau promosi ke sekolah yang tidak ada siswanya," tutupnya. (*)

Penulis: Ramadhan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved