Breaking News:

Mayat Nelayan Ditemukan di Pantai Kendawangan, Setelah Lebih Sepekan Dikabarkan Tenggelam

Secara tidak sengaja ia melihat mayat tergeletak di tepi pantai. Setelah dipastikan bahwa itu benar-benar mayat, ia pun kemudian menyampaikan kepada m

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Proses evakuasi seorang nelayan yang telah lebih dari sepekan tenggelam akhirnya ditemukan meninggal di tepi pantai Tanjung Sambar, Dusun Air Hitam Kecil, Desa Pembedilan, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sesosok mayat nelayan yang sebelumnya dikabarkan hilang tenggelam pada Selasa 17 November lalu ditemukan di tepi pantai Tanjung Sambar, Dusun Air Hitam Kecil, Desa Pembedilan, Kecamatan Kendawangan pada Rabu 25 November 2020.

Ka Marnit Pol Air Pos Natai Kuini Kendawangan Bripka Pol Wahyudin mengatakan mayat pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan dari Air Hitam Kecil, Hadri ketika melintasi pantai Tanjung Sambar (Batu Titi).

“Saat ditemukan mayat berjenis kelamin laki-laki dengan posisi telungkup dan mengenakan celana warna hitam," kata Bripka Wahyudin, Kamis 26 November 2020.

Bripka Wahyudin melanjutkan pada Rabu 25 November 2020 sekitar pukul 17.30 Wib, Hadri berencana pulang dari bagan menuju rumah dengan melintasi pesisir pantai Tanjung Sambar.

Secara tidak sengaja ia melihat mayat tergeletak di tepi pantai. Setelah dipastikan bahwa itu benar-benar mayat, ia pun kemudian menyampaikan kepada masyarakat lainnya untuk melaporkan penemuan mayat tersebut.

"Baru sekitar pukul 18.30 Wib Marnit Patroli Natai Kuini menerima laporan via telepon adanya penemuan mayat diperairan Tanjung Sambar (Batu Titi). Pada Kamis 26 November kami mendatangi tempat kejadian perkara dan mengevakuasi mayat tersebut," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Mengambang di Sungai Bengkayang, Polisi Ungkap Identitas Mayat Warga Sambas

Penemuan mayat tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Kendawangan untuk proses lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan melihat ciri-ciri fisik dan celana yang dikenakan, mayat tersebut adalah Nawang (48) asal Kelurahan Sampit Kecamatan Delta Pawan.

"Jasad kemudian dibawa ke Puskesmas Kendawangan untuk dilakukan visum untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga," pungkasnya.

Lebih dari sepekan sebelum ditemukan meninggal dunia, Nawang sendiri diketahui terjatuh dari perahu yang ditumpanginya pada Selasa 17 November lalu.

Saat itu korban dan sejumlah anggota keluarganya akan pergi memancing ke laut lepas Ketapang melalui kuala pendek pukul 07.00 Wib.

Sekitar satu jam perjalanan ke laut, Nawang jatuh dari perahu yang dinaikinya saat hendak buang air kecil. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved