Breaking News:

Vaksinasi Covid Sasar Usia 18-59, Prioritas Nakes dan Pelayan Publik

Petugas juga akan melakukan pemantauan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca imunisasi.

Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Harisson usai menghadiri acara Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Kalbar, Rabu 4 November 2020.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Warga Kalimantan Barat usia 18 sampai 59 tahun akan menjadi sasaran utama vaksinasi Covid-19. Vaksinasi perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar dr Harisson mengatakan, selain itu vaksinasi juga bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat Covid-19.

“Di mana nanti diharapkan akan mencapai kekebalan kelompok atau herd imunity mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat dan melindungi memperkuat sistem secara menyeluruh, menjaga produktivitas serta meminimalkan dampak soial dan ekonomi,” katanya pada Minggu 22 November 2020.

Meski belum menyebutkan waktu yang pasti, Harisson mengatakan vaksinasi Covid-19 akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sasaran penerima vaksinasi adalah masyarakat berusia 18-59 tahun dan memiliki kondisi tubuh yang sehat atau dikenal dengan istilah eligible. Syarat lainnya, masyarakat yang menerima vaksin tidak memiliki komorbid.

Harisson mengatakan, vaksin Covid-19 dalam tahap awal tidak tersedia dalam jumlah yang banyak. Maka vaksinasi akan dilakukan secara bertahap tahap dengan skala prioritas.

Ia menjelaskan, prioritas vaksin adalah untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya yang melakukan pelayanan publik, termasuk pula personel TNI, Polri dan aparat hukum.

Fasilitas pelayanan kesehatan yang akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 meliputan Puskesmas dan jaringannya, rumah sakit dan klinik milik pemerintah dan milik kementerian, lembaga TNI dan Polri, pemerintah daerah dan swasta serta kantor kesehatan pelabuhan.

Baca juga: Ini Kriteria Warga Kalbar yang Jadi Prioritas Diberi Vaksin Corona Covid-19

Selain fasilitas, ketersediaan sumber daya manusia akan dipersiapkan. Kemudian rantai dingin (cold chain) dan prasarana untuk mempertahankan mutu vaksin.

Untuk pelaksanaan vaksinasi, menurut Harisson, tentunya juga membutuhkan penanganan khusus. Satu di antaranya adalah penyediaan cold chain.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved