Breaking News:

Pengajian Nurul Ikram Pontianak Gelar Maulid Nabi, Ini Pesan yang Disampaikan

Ketua Panitia penyelenggara Junarta menyatakan, maulid kali ini diharapkan dapat menjadi wadah silahturahmi namun tetap mentaati protokol kesehatan, s

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/GEBEK
Suasana saat pengajian Nurul Ikram melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Parit Tengah RT 004 RW 029 Gang Melati 2, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Meski ditengah pandemi covid-19 pengajian Nurul Ikram tetap melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Parit Tengah RT 004 RW 029 Gang Melati 2, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, belum lama ini.

Kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, mulai dari wajib menggunakan masker, tes suhu tubuh, hingga menjaga jarak untuk suluruh jemaah yang hadir.

Ketua Panitia penyelenggara Junarta menyatakan, maulid kali ini diharapkan dapat menjadi wadah silahturahmi namun tetap mentaati protokol kesehatan, serta wadah mengajak masyarakat untuk meneladani akhlak Rasullulah dengan saling peduli dan menjaga kesehatan terlebih ditengah pandemi.

"Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, maulid kali ini kami gelar untuk mengajak masyarakat agar peduli terhadap sekitar dengan saling mengingatkan ditengah pandemi dalam menjalankan protokol kesehatan," ungkap Junarta.

Baca juga: Akhir Tahun Ini Masjid Agung Al Falah Akan Diresmikan

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Firdaus Zar'in berharap dengan peringatan Maulid Nabi ini bisa menjadi wadah bersilahturahmi masyarakat.

Selain itu, dikatakannya, dari DPRD bisa melihat langsung kondisi masyarakat apakah benar-benar menerapkan protokol kesehatan serta kondisi lingkungan masyarakat sehingga ada upaya dan dapat mendorong perbaikan dilingkungan masyarakat.

"Maulid ini tiap tahun digelar dan diharapkan maulid ini bisa menjadi wadah masyarakat untuk saling bertukar informasi dan bersilahturahmi, juga dengan adanya maulid ini bisa menjadi upaya pemerintah maupun DPRD bagaimana kegiatan keagamaan tetap berjalan ditengah pandemi sehingga kebijakan yang diambil dapat saling menjaga keselamatan, kesehatan, dan kegiatan keagaaman berjalan lancar," ungkap Firdaus Zar'in.

Penceramah Ustaz Syeikh Faizal Ilahi Bin Habeeburrahman menyatakan, maulid tahun ini sedikit berbeda namun tidak mengurangi makna dan nilai yang perlu diambil dari maulid Nabi Muhammad SAW.

"Bukti kecintaan terhadap rasullulah adalah meneladani akhlak dan sunah beliau, ditengah pandemi seperi sekarang ini tentu perlu semangkin meningkatkan keimanan dan kecintaan kita baik terhadap diri sendiri dengan menjaga kesehatan, peduli protokol kesehatan, hingga saling peduli satu sama lain," jelasnya.

"Alhamdulilah Maulid Nabi Muhammad SAW tetap dapat berlansung dengan protokol kesehatan, dengan mengingat maulid dan melaksanakan maulid ini kita dapat meneladani apa yang dilakukan Rasullulah dengan saling peduli dan menjaga satu sama lain, terlebih ditengah pandemi covid-19," ungkap Ustaz asal Malaysia ini.

Ia pun berharap dengan pelaksanaan maulid Nabi Muhammad SAW masyarakat semangkin peduli terhadap lingkungan, sesama masyarakat ditengah pandemi, dengan taat protokol kesehatan, sebagaimana akhlak mulai nabi yang saling peduli antar sesama menjaga dan menyangi untuk memperkuat ukhwah islamiyah dan pemersatu umat. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved