Ketua PGRI Singkawang Ungkap Permasalahan Pendidikan Dimasa Pandemi, Berikut Pemaparannya

Tidak hanya itu, permasalahan lainnya seperti kurangnya fasilitas yang dimiliki siswa untuk belajar daring lantaran orang tua yang tidak cukup mampu u

Tayang:
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RIZKI KURNIA
Ketua PGRI Kota Singkawang, Asep Wahyudin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Asep Wahyudin mengungkapkan dimasa pandemi ini, menurutnya para guru sudah berperan sangat baik dalam memberikan pendidikan kepada murid-muridnya.

Namun, lanjut dia, tentu ada hal-hal yang menjadi kendala bagi para guru untuk mengajar menyesuaikan kondisi pandemi ini, berberapa permasalahan seperti jaringan internet yang tidak sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah di Kota Singkawang.

Tidak hanya itu, permasalahan lainnya seperti kurangnya fasilitas yang dimiliki siswa untuk belajar daring lantaran orang tua yang tidak cukup mampu untuk memenuhi hal ini, menurutnya juga menjadi sebuah permasalahan dan kendala dalam dunia pendidikan di masa pandemi ini.

"Kita mungkin mengerti, tingkat ekonomi masyarakat ini berbeda-beda," kata Asep kepada wartawan, Minggu 22 November 2020.

Baca juga: Jelang HUT ke-75 dan Hari Guru, PGRI Singkawang Akan Gelar Berbagai Perlombaan

Meski demikian, berberapa permasalahan juga sudah ada yang dapat teratasi oleh Pemerintah, misalkan keperluan kuota dalam proses belajar daring.

Menurutnya Kerjasama antara Pemerintah dan penyedia layanan internet sudah baik karena sudah memberikan kuota dengan jumlah besar untuk membantu guru dan murid dalam proses pendidikan daring.

"Pemerintah serta-merta perlu menyediakan sarana prasarana pendukungnya," katanya.

Selain itu, PGRI ke 75 tahun ini, kata Asep, sebagai salah satu organisasi serta wadah bagi profesi guru dan mitra Pemerintah khususnya di Dinas Pendidikan, telah berkontribusi penuh meningkatkan baik kesejahteraan guru, kemampuan guru, dan lainnya.

Salah satunya, katanya adalah dalam meningkatkan kesejahteraan guru dengan tunjangan sertifikasi.

"Dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru, PGRI juga sering menggelar workshop-workshop," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved