Breaking News:

Capai 300 Kasus Pada 2020, Ini Faktor Kasus Perceraian di Kapuas Hulu

Achmad menjelaskan, kasus perceraian pada tahun 2019 mencapai 247 perkara, dan tahun 2020 pada hingga bulan November sudah mencapai kurang lebih 300 k

NET
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Ketua Pengadilan Negeri Agama Putussibau, Achmad Syauqi menyatakan, kalau kasus perceraian di Kabupaten Kapuas Hulu selalu ada peningkatan, dan meskipun dalam jumlah yang kecil.

"Kasus perceraian pasangan suami istri ini, disebabkan oleh beberapa faktor seperti ada orang ketiga, ekonomi, dan barulah faktor biologis, dan rata - rata faktor ekonomi," ujarnya kepada wartawan, Minggu 22 November 2020.

Achmad menjelaskan, kasus perceraian pada tahun 2019 mencapai 247 perkara, dan tahun 2020 pada hingga bulan November sudah mencapai kurang lebih 300 kasus, diperkirakan kasus perceraian lebih banyak dari tahun 2019.

Baca juga: PPNI Kalbar Pastikan Seorang Perawat di Kapuas Hulu Meninggal Karena Kanker, Bukan Covid-19

Dalam hal tersebut, kata Achmad, pihaknya selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar lebih banyak mempertahankan dan menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan baik.

"Dengan begitu menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah wardah dan warohmah, langgeng sampai akhir usia. Lebih banyak mempertahankan rumah tangga," ungkapnya. (*)

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved