Breaking News:

Sutarmidji Tunjuk Eddy Suratman sebagai Ketua Tim Konsolidasi Data untuk Penyelarasan Data di Kalbar

Kalau ada sesuatu kita merasa aneh dalam report atau laporan ekonomi bisa kita konfirmasi dengan cepat. Itulah kebutuhan konsolidasi

TRIBUN PONTIANAK/ ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalbar saat menandatangani Berita Acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalbar Tahun 2018-2023, di Ruang Dar Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 13 November 2020. 

TRIBUNONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji juga telah membentuk tim penyelarasan data untuk memperbaiki tampilan ekonomi Kalbar. 

Dalam hal ini, Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Prof Eddy Suratman dipercayai oleh Gubernur Kalbar sebagai ketua tim konsolidasi data untuk penyelarasan data di Kalbar. 

“Karena data tidak valid kita harus validasi data seperti Dinas perdagangan dan industri harus berfungsi untuk data itu. Sementara ukuran suatu keberhasilan di daerah dilihat dari data. Tapi data saja kita lemah,” ujar Sutarmidji.

Maka dari itu, Sutarmidji telah membentuk tim Konsolidasi data yang diketuai oleh  Prof Eddy Suratman dan melibatkan berbagai unsur terkait termasuk BPS supaya data lebih valid dan benar. 

Baca juga: Perizinan Investasi di Kalbar Dipermudah, Eddy Suratman: Supaya Investor Tak Lari ke Daerah Lain

“Contoh saja data di Dukcapil dan BPS terkait kependudukan  pasti berbeda gimana itu cara menyelesaikannya. Lalu antara penghasil CPO dan Ekport beda datanya, karena ketika dia menghasil CPO dan ekport tidak tercatat beda catatan ekonominya,” ujar Sutarmidji.

Konsolidasi data ini untuk menselaraskan data dengan BPS supaya program dan kebijakan yang diambil kedepan benar.

“Contoh data di bidang pertanian data di Dinas Pertanian tercatat luas lahan tanam 529 ribu hektare tapi BPS mencatat 214 ribu Hektare,  BPM 246 hektar. Jadi selisih bisa 300 ribu hektare,” jelasnya. 

Maka dari itu data harus benar sehingga kebijakan menjadi genah. Ia yakin Kalbar bisa melakukan percepatan pada pelayanan dan penyediaan data yang valid dan benar dengan dibentuk tim Konsolidasi Data.

Saat diwawancarai Tribun Pontianak, Akademisi Universitas Tanjungpura Prof Eddy Suratman yang telah dipercayai oleh Gubernur Kalbar sebagai ketua tim konsolidasi data untuk penyelarasan data di Kalbar. Dikatakannya bahwa untuk konsolidasi data saat ini sedang dipersiapkan. 

“Konsolidasi data saya kira sangat diperlukan terutama terkait ekonomi di Kalbar, karena tidak boleh ada perbedaan antara data Bappeda,BPS, Bank Indonesia  dan kantor pemerintah pusat yang ada di Kalbar  serta Kanwil anggaran dan lainnya,” ujarnya, Jumat, 20 November 2020.

Maka dari itu khususnya dalam lingkup ekonomi perlu melakukan konsolidasi data supaya pengambilan kebijakan berdasarkan data yang sama.

“Kalau ada sesuatu kita merasa aneh dalam report atau laporan ekonomi bisa kita konfirmasi dengan cepat. Itulah kebutuhan konsolidasi,” ujarnya.

Selain itu, Ia melihat Pemprov sudah mempunyai Ruang Data Analityc Room (DAR). Maka setelah ada hasil data konsolidasi ini bisa dimasukan kedalam Data Analityc Room,”ujarnya.

Sehingga setiap saat perkembangan ekonomi di Kalbar yang sudah disepakati oleh semua bisa ditunjukan melalui data tersebut.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved