Breaking News:

Kuasa Hukum Ahli Waris Polda Kalbar di Minta Segera Tuntaskan Laporan Kasus Terhadap PT SRM

Kasus ini bukan hanya tindak pidana pemalsuan saja, tapi juga penipuan dan penggelapan emas dari hasil tambang tersebut

TRIBUN PONTIANAK/ FERRYANTO
Penasehat Hukum Ahli waris, Denny Azani B Latief, SH. Saat berikan keterangan kepada awak media, Kamis 19 November 2020 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bertempat di satu hotel di Kota Pontianak, sejumlah ahli waris pemilik tanah di lokasi PT. SRM (Sultan Rafli Mandiri) beroperasi bersama penasehat hukumnya  menggelar konferensi pers, Kamis 19 November 2020.

Pada kesempatan ini, Denny Azani B. Latief Kuasa Hukum ahli waris yang didampingi para ahli waris berharap Polda Kalbar dapat segera menuntaskan kasus  dugaan pemalsuan dokumen dan pencemaran lingkungan yang sudah di laporkan ke Polda Kalbar.

Selain itu, Pihaknya juga mengharapkan Kepolisian segera dapat memeriksa dan menetapkan direktur PT. SRM sebagai tersangka.

Para ahli waris yang terdiri H. Muardi, Suandi H. Amir, dan Edi Saputra yang diwakili kuasa hukumnya Denny Azani menduga tindak pidana yang dilakukan PT. SRM ini tidak berdiri sendiri.

Baca juga: Kanit Binmas Polsek Simpang Hulu Polres Ketapang Polda Kalbar Ajak Cegah Karhutla

Dipaparkan oleh Denny, selain diduga melakukan pemalsuan dokumen dan pencemaran lingkungan di luar Izin Usaha Tambang, perusahaan ini juga diduga melakukan penipuan dan penggelapan emas hasil dari aktivitas tambang tersebut, serta pencucian uang.

“Kasus ini bukan hanya tindak pidana pemalsuan saja, tapi juga penipuan dan penggelapan emas dari hasil tambang tersebut,” tegas kuasa hukum ahli waris.

Menurut Denny, dugaan ini berdasarkan hasil analisa pihaknya atas laporan sebelumnya terkait dengan pemalsuan dokumen yang dikirim pada 26 Juni 2020 dan pencemaran lingkungan pada 1 Oktober 2020 lalu.

Dari dua laporan itu, dia menyebutkan ada unsur penipuan yang dilakukan secara sengaja oleh direktur perusahaan PT. SRM yang dibantu notaris dalam pembuatan dokumen palsu penggantian status perusahaan dari CV menjadi PT. 

Letak unsur penipuan tersebut di katakan Denny terdapat pada pada proses penggantian status perusahaan itu yang dibuat secara diam-diam tanpa sepengetahuan ahli waris.

Dimana ketika itu bahkan hingga sekarang ketiga ahli waris yang merupakan pemegang saham sah selama ini tidak mendapatkan hak.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved