Breaking News:

Ketua Umum IPSI Kalbar yang Baru Diharapkan Mampu Rangkul Semua Kalangan

Pada musyawarah ini, Ardiansyah yang berasal dari Ketua IPSI Pontianak akan bersaing dengan Andi Ridwansyah yang berasal dari kalangan pengusaha untuk

TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Suasana musyawarah Provinsi IPSI Kalbar di hotel Kapuas Palace Pontianak, Sabtu 21 November 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengurus Provini IPSI (Ikatan Pencak Silat Kalbar) Kalimantan Barat menggelar musyawarah provinsi untuk memilih ketua umum yang baru masa jabatan 2020 - 2024, Sabtu 21 November 2020.

Musyawarah Provinsi ini di Ikuti oleh pengurus cabang IPSI dari 14 Kabupaten, Kota, dan perwakilan sejumlah perguruan silat di Kalimantan Barat.

Bertempat di hotel Kapuas Palace, Dijadwalkan, musyawarah provinsi yang untuk memilih ketua umum ini bakal di laksanakan 2 hari yakni 21 dan 22 November 2020.

Pada musyawarah ini, Ardiansyah yang berasal dari Ketua IPSI Pontianak akan bersaing dengan Andi Ridwansyah yang berasal dari kalangan pengusaha untuk memperebutkan kursi Ketua Umum.

Baca juga: PPNI Kalbar Pastikan Seorang Perawat di Kapuas Hulu Meninggal Karena Kanker, Bukan Covid-19

Ketua Perguruan Pencak Silat Rajawali Putih Kalimantan Barat Ir. Rustammy Atmo berharap, siapapun yang nantinya akan terpilih menjadi ketua IPSI Kalbar dapat meningkatkan prestasi pencak silat di Kalbar.

"Kita melihat hampir 12 tahun, Kalbar itu menurun prestasinya, itu terlihat dari kurangnya kita mengirim atlet ke berbagai ivent,"ujarnya di temui disela - sela waktu musyawarah provinsi.

Ketua Perguruan Pencak Silat Rajawali Putih Kalimantan Barat Ir. Rustammy Atmo, saat mengikuti musyawarah provinsi IPSI Kalbar, Sabtu 21 November 2020.
Ketua Perguruan Pencak Silat Rajawali Putih Kalimantan Barat Ir. Rustammy Atmo, saat mengikuti musyawarah provinsi IPSI Kalbar, Sabtu 21 November 2020. (TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto)

Saat ini, menurutnya di butuhkan sosok ketua umum ya g mampu merangkul semua pihak khususnya berbagai perguruan pencak silat yang ada di Kalimantan Barat.

Sehingga dengan hal tersebut setiap perguruan dapat di dorong untuk menumbuhkan kembangkan kualitas pesilat dari masing - masing perguruan.

'sebagai ketua pengprov IPSI, dia bukan pengikut sebuah perguruan, ketua IPSI harus mengurangi ego, dan bisa merangkul semua pihak dan kalangan,"tuturnya.

"Atlet bukan milik Pemda, namun perguruan, artinya Pengprov IPSI harus bisa mensinergikan hubungan antara perguruan dan pengurus IPSI yang selama ini putus,"jelasnya.

Selain itu, diharakan kepada ketua umum IPSI yang baru nantinya juga mampu memberdayakan para pelatih dan tim juri di pencak silat Kalbar yang dinilainya selama ini kurang diperhatikan.

"Kedapannya saya harap mampu di rangkul semua, kita buat program yang berbasis prestasi, dengan harapan prestasi pencak silat di Kalbar semakin meningkat,"harapnya. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved