Breaking News:

Disporapar Kalbar Andalkan 'Si Kepo' Promosi Wisata di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Si Kepo juga menjadi sarana informasi bagi wisatawan yang berkunjung di Kalbar, baik itu mengenai akomodasi, kuliner hingga souvenir khas

Penulis: Zulkifli
Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kalimantan Barat, Windy Prihastari. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berbagai upaya dilakukan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, untuk membangkitkan kembali iklim pariwisata di Kalimantan Barat, terlebih pada di masa adapatasi kebiasaan baru.

Kadisporapar Kalbar Windy Prihastari mengatakan, satu di antaranya upaya yang dilakukan pihaknya  yakni mengoptimalkan promosi wisata melalui teknologi informasi atau aplikasi yang dikembangkan dan diberi nama ‘Si Kepo’ (Sistem Informasi Kepariwisataan Ekraf Pemuda dan Olahraga).

Dikatakanya Si Kepo, selain sebagai wadah untuk data-data yang terintegrasi, juga dimanfaatkan sebagai wadah media sosial marketing dalam pemasaran pariwisata di Kalbar.

“Nah sekarang ini kan pemasaran pariwasata kita masih bersifat konvensional.

Untuk itu kita akan mempersiapkan melalui Si Kepo,” ujarnya saat hadir menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion bersama yang digelar secara virtual di Tribun Pontianak, Rabu 18 November 2020.

Baca juga: Konsep Taman Budaya Kalbar, Windy: Ambil Tema Nyongsokng Tembawang

Windy menjelaskan, didalam aplikasi Si Kepo ini, terdapat berbagai fitur yang menyajikan informasi dan layanan tentang objek wisata di Kalbar. 

Si Kepo menjadi sarana informasi bagi wisatawan yang berkunjung di Kalbar, baik itu mengenai akomodasi, kuliner hingga souvenir khas daearah yang dikunjungi.

Dalam pengoptimalan berbagai program ini,  pihaknya juga melibatkan generasi milenial yang tergabung dalam GenPi, untuk turut mempromosikan objek wisata melalui media digital.

Tetap Nyaman Aman dan Sehat

Windy memastikan dalam upaya membangkitkan pariwisata di Kalbar di masa adaptasi kebiasaan baru ini pihaknya bersinergi dengan berbagai stake holder, agar wisatawan yang berkunjung tetap merasa aman, nyaman dan sehat. 

Maka penting untuk tetap mengedepankan standar protokol kesehatan, mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan handsanitizer, tidak berkeremunan, menggunakan masker dan sebagainya. 

“Kami sudah menyiapkan surat edaran pelaksanaan kepariwisataan sesuai dengan protokol kesehatan, se Kalimantan Barat.

Jadi semua destinasi wisata di Kalbar, mempunyai Prokes yang sama.

Dan untuk melaksanakan dalam pengawasan kelancaran Prokes, kita sudah melakukan komitmen bersama dengan OPD dan stakeholder terkait,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved