Penanganan Covid

75 Bahasa Dipakai Guna Mendukung Sosialisasi Protokol Kesehatan

Hasil penelitian menunjukan bahwa memang bahasa informasi Covid-19 ini lebih banyak dipahami oleh mereka yang berada di perkotaan dan pendidikan

Editor: Nina Soraya
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku Sonny Harry B Harmadi menjadi narasumber dalam acara Kick Off Sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 bersama BKKBN, Jumat, (2/10/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ketua Bidang Perubahan Prilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi mengungkapkan bahwa informasi soal penerapan protokol kesehatan dan perubahan perilaku hanya dipahami oleh masyarakat di kalangan perkotaan.

Menurutnya, kendala bahasa yang diterima oleh masyarakat tentang bahaya Covid-19 tidak dipahami sepenuhnya oleh warga di daerah.

Baca juga: Pjs Bupati Syarif Kamaruzzaman Hadiri Panen Pekarangan Pangan Lestari

Hal itu disampaikan Sonny dalam dialog bertajuk Pesan Perubahan Perilaku Dalam Bahasa Ibu yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu 18 November 2020. 

"Hasil penelitian menunjukan bahwa memang bahasa informasi Covid-19 ini lebih banyak dipahami oleh mereka yang berada di perkotaan dan pendidikan tinggi," kata Sonny.

Baca juga: KUNCI Jawaban Tema 5 Kelas 3 SD Halaman 12 13 14 Pembelajaran 2 Subtema 1 Berjudul Keadaan Cuaca

Sonny menjelaskan, bahwa selama ini istilah bahasa asing banyak digunakan dalam istilah pandemi Corona. Mulai dari, pandemi, virus, komorbid hingga protokol kesehatan.

Sehingga, harapan Satgas agar masyarakat di daerah patuh terhadap protokol kesehatan dan perubahan perilaku untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 tidak terpenuhi.

Baca juga: Video Pjs Bupati Sambas Lakukan Panen Pekarangan Pangan Lestari

"Kita melihat sebenrnya masyarakat itu bukan tidak paham atau tidak mau patuh terhadap protokol kesehatan, terhadap perubahan perilaku yang kita harapkan. Tetapi komunikasi kita dengan bahasa yang tidak mereka mengerti menyebabkan komunikasi kita tidak efektif," jelasnya.

Maka, Satgas Covid-19 bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud berinovasi dengan menyiapkan sejumlah bahasa daerah yang mudah dipahami.

Baca juga: Cegah Covid-19, Satgas Aman Nusa Polres Kapuas Hulu Terus Berikan Imbauan Protokol Kesehatan

Hingga saat ini, ada 75 bahasa yang telah dikeluarkan untuk mendukung sosialisasi protokol kesehatan serta perubahan perilaku.

Diharapkan, kata Sonny, dengan menggunakan 'bahasa ibu' itu, masyarakat di daerah semakin patuh terhadap protokol kesehatan serta melakukan perubahan perilaku 3 M. Yakni, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Kalau bahasa itu mereka pahami, mereka akan menangkap pesannya sehingga mereka melakukan apa yang kita harapkan. Perubahan perilaku akan menjadi lebih efektif," harapnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved