Breaking News:

Ini Aturan Resepsi Pernikahan di Jakarta Selama Pandemi Corona Covid-19

Jika tidak demikian, pemberian konsumsi bagi tamu dalam resepsi pernikahan bisa dilakukan dengan menu makanan kemasan, seperti nasi dus.

Editor: Nasaruddin
Ilustrasi pernikahan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi penyelenggara resepsi pernikahan.

Aturan protokol kesehatan itu terdiri dari 14 poin, mulai dari aturan lokasi resepsi hingga efisiensi waktu akad nikah.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta Bambang Ismadi mengatakan, pelarangan penyajian makanan dan minuman secara prasmanan dalam acara resepsi pernikahan di Jakarta masih berlaku.

Sebagai penggantinya adalah dengan metode melayani mengantar makanan untuk tamu yang hadir.

Jika tidak demikian, pemberian konsumsi bagi tamu dalam resepsi pernikahan bisa dilakukan dengan menu makanan kemasan, seperti nasi dus.

Baca juga: Guru Honorer Dapat Bantuan Tunai Rp 1,8 Juta dari Kemendikbud

Pemprov DKI telah menyiapkan 14 aturan protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh penyelenggara resepsi pernikahan, yakni:

1. Memastikan penyedia gedung menyediakan metal detector atau x-ray untuk mendeteksi barang-barang yang dibawa dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh tamu menggunakan pemindai suhu atau thermogun.

2. Memastikan semua undangan yang akan hadir di resepsi dalam kondisi sehat dan negatif Covid-19.

3. Membatasi jumlah undangan maksimal 20 persen dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 orang.

4. Jika diawali dengan acara pernikahan, maka akad nikah harus dilakukan dalam waktu seefisien mungkin.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved