DPP PDIP Beberkan Alasan Tak Usung Sebastianus Darwis di Pilkada Bengkayang 2020
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu menerangkan, satu di antara alasannya ialah karena DPP PDIP ingin melakukan evaluasi
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Zulkifli
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Anak, Sri Rahayu angkat suara terkait alasan pihaknya tidak mengusung Sebastianus Darwis untuk maju di Pilkada Bengkayang dan lebih memilih kader lainnya untuk ikut berkompetisi.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu menerangkan, satu di antara alasannya ialah karena DPP PDIP ingin melakukan evaluasi lantaran Sebastianus Darwis telah pernah diberikan kepercayaan dua kali pada pemilukada 2010 dan 2015, namun gagal untuk menang.
"Darwis itu sudah dua kali dikasi kesempatan di Pilkada, tetapi belum beruntung.
Sudah dua kali maju, tapi kalah melulu kan akhirnya partai melakukan evaluasi.
Makanya, diberilah kesempatan itu kepada kader lain.
Ini perlu disampaikan ke masyarakat supaya mereka tidak bingung," katanya, Sabtu 14 November 2020 saat di Kantor DPD PDI Perjuangan Kalbar.
Baca juga: Esidorus Tampik Isu PDI Perjuangan di Bengkayang Tidak Solid
Untuk diketahui, pada Pilkada Bengkayang 2010 diikuti oleh enam paslon yakni Mariadi-Markim, Yohanes Pasti-M Yunus, Suryadman Gidot-Agustinus Naon, Jupi-Joni Abdullah, Petrus SA-Ruma Faruma dan Moses Ahie-Sebastianus Darwis.
Pada Pilkada Bengkayang 2015 diikuti oleh dua paslon yakni Sebastianus Darwis-Rurakhmad dan paslon Suryadman Gidot-Agustinus Naon.
Sementara pada Pilkada 2020 ini ada empat Paslon yang mengikuti Pilkada Bengkayang yakni Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal, Mok Fu Tjhiu-Aliong, Martinus- dr. Carlos Djaafara, dan Herman Ivo-Yohanes Pasti.
"Kenapa harus kita sosialisasikan, karena itu merupakan keputusan internal yang mungkin masih banyak masyarakat yang belum tahu," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakannya, keputusan yang berujung pada pemecatan Darwis dari PDI Perjuangan perlu disosialisasikan guna meluruskan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
"Ya, sudah pasti harus disosialisasikan oleh jajaran struktural dan kader-kader PDI Perjuangan di Kabupaten Bengkayang.
Sebastianus kan awalnya dari PDI Perjuangan, tapi karena sudah tidak melaksanakan rekomendasi atau instruksi dari Ibu Ketua Umum, maka itu sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap keputusan partai.
Kalau sudah melanggar, apalagi ikut partai lain, sanksinya sudah pasti. Jelas di AD ART, dipecat," tuturnya.