Berikut Upaya Pemkot Pontianak untuk Tekan Angka Pengangguran
angka pengangguran yang masih berjumlah kurang lebih 29 ribu tentu juga menjadi persoalan penting untuk melakukan berbagai upaya.
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ditengah pandemi covid-19 ini banyak dampak keterpurukan disemua sektor kehidupan terlebih para tenaga kerja (karyawan) yang di rumahkan bahkan di PHK.
Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPMTKPTSP) Kota Pontianak, Junaidi menyampaikan pada tahun 2020 ini sekitar 323 orang korban PHK, serta 1332 karyawan nyang dirumahkan.
Bahkan sebanyak kurang lebih 29 ribu orang pengangguran di Kota Pontianak.
Dari jumlah itu, Junaidi juga menyebutkan total keseluruhan angkatan tenaga kerja di Kota Pontianak sebanyak 296 ribu.
Baca juga: Pengangguran Indonesia Meningkat, 6,4 Juta Tenaga Kerja di PHK dan Dirumahkan Akibat Covid-19
Dari jumlah tersebut, angka pengangguran yang masih berjumlah kurang lebih 29 ribu tentu juga menjadi persoalan penting untuk melakukan berbagai upaya.
Menurutnya tidak semua yang dikatakan pengangguran itu tak bekerja, namun juga ada yang bekerja lepas dalam artian tidak bekerja terikat di perkantoran ataupun perusahaan.
Hingga kini, Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak sudah melaksanakan berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran tersebut.
"Upaya yang sudah dilakukan bekerja sama dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja seperti Job Fair yang dilaksanakan secara virtual kemaren," ujarnya.
Pada Job Fair itu sedikitnya disebutkan Junaidi sekitar 1200 peluang tenaga kerja, sedangkan yang mendaftar sebanyak 2000 orang.
Hingga kini pun tahap proses penyeleksian masih terus berlanjut.
Namun dipastikannya sebanyak 51 orang yang sudah dinyatakan lolos.
"Yang pasti lolos dan diterima kerja ada 51 orang. Karena kita kerja sama dengan 20 perusahaan yang buka lowongan," ungkap Junaidi.
Selain upaya itu, lanjut Junaidi, pihaknya juga sudah melakukan upaya penyiapan kualitas SDM di Kota Pontianak, yang dilakukan melalui berbagai pelatihan.
"Tenaga kerja yang lulusan SMK ataupun SMA perlu peningkatan kualitas, kita melakukan pelatihan berbasis kompetensi bekerja sama, misalnya mekanik bekerja sama dengan PT Astra dan Pelatihan wirausaha hingga anak muda juga bisa menjadi entrepreneur," jelasnya.
Program itu disampaikannya lantaran pentingnya anak muda untuk mempersiapkan diri agar mampu bersaing di era digital, yang dinilainya perkembangan sangat pesat.
"Kalau tak mempersiapkan diri dengan keterampilan, maka akan sulit untuk bersaing. Jadi jangan bertumpu menjadi karyawan, tapi menjadi wirausahawan. Artinya selain pendidikan harus memiliki skill keterampilan untuk berinovasi. Terkhusus di era digital harus bisa ditangkap oleh generasi muda, itu harapakan kita," pungkasnya.