Breaking News:

Serahkan Bantuan Kementrian ESDM Kepada Nelayan, Tjhai Chui Mie: Pakai LPG Hemat Biaya Operasional

menurut Tjhai Chui Mie perawatan mesin LPG juga lebih mudah dan BBG aman dalam penggunaannya.

TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Bantuan dari Kementrian ESDM yang diserahkan Wali Kota Singkawang kepada para nelayan, Rabu 11 November 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyerahkan bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) dari Kementerian ESDM kepada Nelayan Kota Singkawang yang berada di sekitar pantai Batu Burung Singkawang Selatan, Kalbar pasa Rabu 11 November 2020 pagi.

Sebanyak 124 paket bantuan terdiri dari satu mesin perahu, satu alat konversi serta dua tabung gas diterima para nelayan melalui program Konversi BBM ke BBG bagi nelayan.

Tjhai Chui Mie menerangkan Program Konversi ini BBM ke BBG untuk nelayan ini merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2019 tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga LPG tabung 3 Kg untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran dan mesin pompa air bagi petani sasaran.

Baca juga: Apresiasi program Kementrian ESDM, Irwan: Perhatikan Ketersediaan Gas

Sebagaimana diketahui, kata Chui Mie, ada banyak manfaat dari program konversi BBM ke BBG bagi nelaya sasaran, yaitu, harga BBG lebih murah dari BBM. 

"Penghematan biaya operasional dengan menggunakan LPG bisa berkisar 30-50 persen dibandingkan BBM jenis minyak solar," ujar Tjhai Chui Mie kepada awak media, Rabu 11 November 2020.

Tidak hanya itu, menurut Tjhai Chui Mie perawatan mesin LPG juga lebih mudah dan BBG aman dalam penggunaannya.

Bahan bakar gas yang dikompresi dan ditampung dalam tabung bertekanan tinggi juga merupakan bahan bakar yang aman baik bagi pengguna maupun untuk mesinnya. 

"Karena emisi lebih rendah yakni BBG memiliki hasil pembakaran yang lebih bersih dibandingkan BBM," ungkapnya. 

Hal ini disebabkan rantai karbon gas lebih pendek dibandingkan minyak, sehingga angka oktan BBG menjadi lebih tinggi dari BBM dan emisi CO2 yang dihasilkan pun lebih rendah dari BBM. 

"Program ini diharapkan bisa membantu ekonomi nelayan kecil yang memiliki kapal ukuran dibawah 5 GT (Gross Tonnage)," katanya.

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved