Pengunjung Kafe di Pontianak Khawatir Terpapar Covid-19

tentunya ada hal yang sangat mendesak saya datang ke tempat keramian di masa pandemi seperti ini

Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ Ramadhan
Rina Risanti bersama satu temannya yang lagi santai sembari mencari tugas kuliah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rina Risanti, satu di antara pengunjung kafe di kawasan Jalan Danau Sentarum, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat, mengaku khawatir lantaran Kota Pontianak masuk zona merah penyebaran Covid-19 yang menempati tingkat risiko tertinggi.

Kekhawatiran ini disampaikan Rina kepada Tribun saat ditemui di kafe, Selasa 10 November 2020 malam.

Pemerintah dan masyarakat bahu membahu untuk saling bersinergisitas dalam pemutusan mata rantai Covid-19 ini, dengan tetap selalu mematuhi anjuran yang diberikan oleh pemerintah, untuk bijak memahami himbauan agar tidak pergi ke tempat keramaian kecuali untuk keadaan yang sangat mendesak.

 Rina Risanti juga mengatakan penyebaran ini akan selalu ada apabila masyarakat tetap saja tidak menggubris himbauan dari pemerintah.

"Penyebab maraknya peningkatan Covid-19 di Kota Pontianak ini menurut saya karena masih kurangnya kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan itu penting, dan masih banyak juga masyarakat yang tidak peduli dan tidak mengikuti protokol kesehatan yang telah di anjurkan, " tutur Rina Risanti.

Pada kesempatan ini, Rina Risanti mengatakan bahwa tujuannya datang ke Cafe bukan semata-mata hanya untuk nongkrong yang tidak berguna.

Menurut dia, datang ke kafe tak lain untuk mengerjakan tugas kuliah untuk mengejar menyelesaikan skripsi yang harus di konsultasikan kepada dosen.

Baca juga: Cara Dapatkan Bantuan Pulsa Listrik Gratis PLN November 2020 Stimulus Covid-19 dari Jokowi

"Saya datang ke kafe bukan untuk nongkrong yang tidak jelas,  tentunya ada hal yang sangat mendesak saya datang ke tempat keramian di masa pandemi seperti ini, yang mana untuk memenuhi dan menyelesaikan tugas Skripsi saya, dan juga saya tetap mematuhi anjuran pemerintah dengan menggunakan masker dan tetap menjaga jarak," kata Rina Risanti.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah harus tegas dalam pembuatan aturan agar sebagai masyarakat awam tau dan mengerti akan bahaya Covid-19 ini,  dan tau juga apa yang harus dilakukan di tengah pandemi seperti ini.

"Menurut saya dalam situasi seperti ini pemerintah juga harus memberikan aturan dan solusi yang sangat merakyat, misalnya untuk kami selaku anak kost dan mahasiswa mohon sekiranya diperhatikan dalam hal kesehatan dan finansial, pemerintah dapat melakukan perundingan bersama pihak kampus agar tidak dipersulit untuk bimbingan online serta ada pemangkasan bahkan penghapusan pembayaran SPP untuk semester akhir, jadi kami tinggal fokus dalam penyusunan skripsi yang bisa kami lakukan di kampung halaman kami sendiri dan dengan itu bisa sedikit demi sedikit memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tutupnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved