Breaking News:

Lawan Bisa Jadi Teman

Salah satu bentuk Kerjasama organisasi yaitu koopetisi dimana ada dua atau lebih perusahaan yang bekerja sama dalam bisnis mereka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Alfian Yuda Prasetiyo, Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Islam Sultan Agung Semarang. 

Alfian Yuda Prasetiyo, (Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Islam Sultan Agung Semarang)

Lawan Bisa Jadi Teman

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hampir 1 tahun kita berjuang untuk melawan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sejak pasien pertama kali diumumkan pada awal tahun 2020.

Bahkan pemerintah telah menetapkan bahwa pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional.

Kita bisa tarik mundur dari awal masuknya wabah pandemi COVID-19 di Indonesia, perusahaan-perusahaan masih beroperasi normal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih stabil, aktivitas UKM (Usaha Kecil Menengah) masih normal, tempat-tempat wisata dan pusat perbelanjaan masih ramai dikunjungi, dan sekolah maupun Lembaga Pendidikan beraktivitas normal.

Namun jika dilihat kondisi saat ini sudah sangat berbeda, dampak pandemi Covid-19 sudah sangat dirasakan.

Perusahaan-perusahaan mulai berguguran, IHSG terjun bebas, UKM mati suri, tempat-tempat wisata tutup, pusat perbelanjaan dibatasi, dan sekolah maupun Lembaga Pendidikan yang masih melakukan kegiatan pembelajaran melalui daring.

Baca juga: Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Tetap Beri Layanan dengan Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Bagi organisasi ini menjadi ajang Menyusun strategi untuk mengembalikan kondisi organisasi dan sudah saatnya organisasi bangkit di tengah wabah yang tidak diketahui kapan berakhirnya, supaya tidak mati perusahaan dan UKM perlu beradaptasi dengan melakukan inovasi-inovasi atau melakukan Kerjasama dengan organisasi lain.

Salah satu bentuk Kerjasama organisasi yaitu koopetisi dimana ada dua atau lebih perusahaan yang bekerja sama dalam bisnis mereka.

Koopetisi sendiri banyak dikaitkan kepada inovasi organisasi dan memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan produksi dengan biaya lebih rendah sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang yang lebih tinggi.

Namun yang membedakan Kerjasama koopetisi dengan Kerjasama yang lain yaitu Kerjasama koopetisi dilakukan perusahaan yang memiliki layanan dan produk yang sama sehingga bisa dibilang ini adalah bentuk Kerjasama dengan pesaing atau lawan bisnis.

Baca juga: Pelaku UMKM di Sekadau Tambah Bersemangat Kembangkan Usaha

Seperti dalam hal politik biasanya beberapa partai dapat berkolisi agar menjadi sebuah kekuatan yang lebih besar untuk mencapai tujuan.
Koopetisi dalam bisnis dapat dilakukan dengan saling berbagi kelebihan masing-masing organisasi, misalnya satu organisasi memiliki kelebihan dari citra brand nya yg kuat, sedangkan organisasi lain memiliki teknologi yang lebih baik, maka dengan adanya koopetisi di antara mereka akan menghasilkan sebuah inovasi produk / layanan baru yang dapat memberikan nilai tambah.

Koopetisi tidak hanya dilakukan oleh organisasi dengan skala besar, namun organisasi kecil seperti UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dapat juga melakukan, bahkan UKM dapat lebih cepat dan beradaptasi karena memiliki birokrasi yang pendek dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Dampak dalam pandemi Covid-19 membuat banyak perubahan yang kita rasakan dalam menjalani aktivitas kehidupan maupun aktivitas berbisnis & berorganisasi, jadi untuk mengatasi mari bersama-sama kita bangkit dan berkerja sama. 

Jika dilihat dari nilai-nilai islam dimana kita diharapkan selalu ber Ta’awun yaitu saling tolong menolong dalam kebaikan.

Nilai-nilai tersebut dapat juga diterapkan dalam berorganisasi seperti koopetisi karena ternyata dalam berbisnis dan berorganisasi lawan bisa jadi teman.(Alfian Yuda Prasetiyo)

Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved