Kadisporapar Kayong Utara Sebut Pengembangan Desa Wisata Gunung Sembilan Dalam Tahap Perubahan

Sejauh ini, kata Tasfirani, pihaknya masih melakukan tahap edukasi memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat terkait pengembangan wisata

Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kayong Utara, Tasfirani. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kayong Utara, Tasfirani, menyebutkan progres pengembangan wisata di Desa Gunung Sembilan, Kecamatan Sukadana masih dalam tahap perubahan.

Tahapannya masih akan dilanjutkan pada penyusunan masterplan.

Menurut Tasfirani, penyusunan masterplan dilakukan bersama-sama dengan pihak terkait.

Di antaranya pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, bekerjasama Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), serta masyarakat Desa Gunung Sembilan.

Dari hasil identifikasi Disporapar, potensi wisata yang dimaksud antara lain Pantai Mak Senik, Pantai Munjaha, Makam Panembahan Nirmala, dan Bukit Mandala.

"Dari empat kawasan wisata ini, Bukit Mandala lah yang memiliki nilai eksotis tersendiri.

Akan tetapi, objek wisata ini masuk dalam kawasan TNGP," kata Tasfirani, belum lama ini.

Baca juga: Track Jembatan Wisata Mangrove Sukadana Rusak, Ini Tanggapan Kadisporapar Kayong Utara

Meskipun demikian, ia menjelaskan jika kewenangan ini ialah milik pemerintah daerah.

Walaupun pengelolaannya masuk ranah TNGP.

Kendati begitu, Tasfirani mengatakan, dari perubahan masterplan tersebut sudah ada SK yang telah diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk merealisasikan desa wisata di Desa Gunung Sembilan.

Oleh karena itu, pihaknya akan bersinergi bersama TNGP untuk membangun kawasan tersebut.

Ia juga menambahkan, bahwa semua yang terkonsep di wisata ini merupakan pengembangan program berbasis masyarakat, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat, baik itu biaya penjualan, penjaga parkir, penjaga tiket masuk, dan kemudian untuk tourget.

"Maka peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat diperlukan," ujar Tasfirani.

Sejauh ini, kata Tasfirani, pihaknya masih melakukan tahap edukasi memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat terkait pengembangan wisata tersebut.

Harapannya masyarakat nantinya dapat diajak kerjasama dan mendukung segala sesuatunya dengan apa yang telah direncanakan pemerintah.

Tasfirani juga menyampaikan dari hasil perubahan masterplan ini di tahun 2021 pihaknya menargetkan bisa direalisasikan. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved