Breaking News:

Angka Kematian Ibu di Sintang Tertinggi se Kalbar, Berikut Beberapa Faktor Penyebabnya

Kematian ME, menambah daftar panjang Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Sintang.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Zulkifli
TRIBUN PONTIANAK/Agus Pujianto
Seperti inilah kondisi riam di perhuluan Ambalau Sintang yang harus dilalui para warga yang tinggal di pedalaman. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bayi perempuan itu lahir dari Rahim ME. Perempuan berusia 39 tahun, berasal dari Desa Pahangan, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, Kalbar. 

Belum genap dua hari dilahirkan ke dunia, bayi tersebut sudah menjadi piatu.

Ibunya, ME, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskemas Ambalau, pada 2 November 2020, lalu. 

“Pasien meninggal dunia sebelum sampai ke Puskemas,” kata Kasi Kesejahteraan Keluarga dan Gizi Masyarakat pada Dinkes Sintang, Florida Ida kepada Tribun Pontianak, Senin 9 November 2020.  

Kematian ME, menambah daftar panjang Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Sintang.

Pasien merupakan ibu ke 16 yang meninggal dunia, sejak Januari-November 2020.

Angka Kematian Ibu di Kabupaten Sintang tercatat tertinggi se Kalbar. 

Baca juga: Angka Kematian Ibu di Sintang Tertinggi Se Kalbar, Hingga September 2020 Capai 16 Kasus

Selain faktor kesehatan ibu dan bayi, faktor lain penyebab tingginya Angka Kematian Ibu karena terlambat mencapai fasilitas kesehatan. 

“Penyebab paling terutama karena terlambat mencapai fasilitas kesehatan, terlambat mendapat pertolongan.

Pengaruh perjalanan, meninggal dalam perjalanan, karena geografis kita,” ungkap Ida. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved