Breaking News:

Pengembangan Media Pembelajaran pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Bina Harapan Bangsa Pontianak

Program studi Bimbingan dan Konseling melaksanakan salah satu Tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi Pengabdian Pada Masyarakat....

TRIBUNFILE/IST
Pengembangan Media Pembelajaran pada Anak Berkebutuhan Khusus. 

Citizen Reporter

Tri Megalarasi Dosen Prodi BK

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Program studi Bimbingan dan Konseling melaksanakan salah satu Tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi Pengabdian Pada Masyarakat pada pada 6 November 2020.

Mengusung tema Pengembangan Media Pembelajaran pada Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Bina Harapan Bangsa, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan guru-guru SLB dalam pelaksanaan pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.

Pada SLB Bina Harapan Bangsa secara umum melayani pembelajaran bagi anak-anak dengan usia mental tingkat SD hingga SMA dengan karakteristik kebutuhan anak tunagrahita, austisme, dan tuna rungu dengan tingkat ringan, sedang, hingga berat.

Pengembangan Media Pembelajaran pada Anak Berkebutuhan Khusus.
Pengembangan Media Pembelajaran pada Anak Berkebutuhan Khusus. (TRIBUNFILE/IST)

Proses pembelajaran dilaksanakan menggunakan kurikulum 13 yang telah disesuaikan dengan kondisi anak.

Total keseluruhan siswa kurang lebih 100 siswa yang dibagi ke dalam 12 kelas yang terdiri dari maksimal 10 siswa masing-masing dengan 2 guru pendamping.

Pengembangan bakat dari anak berkebutuhan khusus yang telah dicapai anak berupa keterampilan di bidang seni dan teknologi.

Bahkan ada yang bisa mencapai prestasi di tingkat Nasional, yaitu atas nama Leonardo di bidang IT juara Harapan 2 Tahun 2019.

Dari hasil pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim PPM Prodi BK, diketahui bahwa SLB Bina Harapan Bangsa membutuhkan program pengembangan untuk tenaga pendidik dalam meningkatkan kompetensi guru dalam memberikan pembelajaran serta media yang sesuai dengan kebutuhan anak di sekolah.

Menurut Yustina, Guru SD SLB Bina Harapan Bangsa memaparkan bahwa tenaga pendidik di SLB Bina Harapan Bangsa masih banyak membutuhkan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran anak.

Ditambahkan Laila juga selaku guru jenjang TK SLB Bina Harapan Bangsa berharap terdapat program akselerasi bagi guru berkebutuhan khusus dalam melanjutkan studi sesuai dengan keahlian. (*)

Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved